Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Penyerangan Aktivis BEM UI Disebut Janggal, Ini Ciri PelakunyaThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Penyerangan Aktivis BEM UI Disebut Janggal, Ini Ciri Pelakunya

Liputan6 News 1 menit baca 247 kata
Penyerangan Aktivis BEM UI Disebut Janggal, Ini Ciri Pelakunya — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Bidang Sosial Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda, diduga diserang orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu (4/10/2026).

BEM UI mengungkap sejumlah kejanggalan dalam peristiwa tersebut.

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI Namora Siahaan mengatakan, pihaknya juga telah mengantongi sejumlah ciri pelaku yang disebut terlibat dalam penyerangan.

Menurut Namora, pelaku memiliki tubuh kekar. Saat beraksi, pelaku disebut mengenakan helm, masker, dan hoodie berwarna hijau.

"Ciri-ciri pelaku, (menggunakan) masker, helm, hoodie hijau, dan berbadan kekar," kata Namora saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (6/10/2026).

Namora mengatakan terdapat sejumlah hal yang dinilai janggal dalam peristiwa tersebut. Salah satunya berkaitan dengan fitur Find My pada ponsel milik Hafidz.

Saat dilakukan pengecekan, fitur tersebut diketahui telah dimatikan pada pukul 23.39 WIB. Menurut Namora, Hafidz tidak mengetahui fitur tersebut dalam kondisi mati.

Hal itu dinilai janggal karena dugaan penyerangan baru terjadi sekitar pukul 23.50 WIB.

Curigai Bukan Aksi Pembegalan Kejanggalan lain, menurut Namora, terlihat dari tindakan pelaku saat kejadian. Setelah menendang sepeda motor Hafidz, pelaku disebut justru memukuli Hafidz.

"Setelah menendang motor Hafidz, pelaku justru memilih untuk memukuli Hafidz. Tidak ada upaya dari pelaku untuk mengambil motor Hafidz," katanya.

Selain itu, Namora menyebut pelaku baru mengambil ponsel Hafidz setelah pertikaian berakhir.

Menurut dia, rangkaian kejadian tersebut membuat BEM UI mempertanyakan apakah peristiwa tersebut semata-mata merupakan aksi pembegalan.

Namora menilai sejumlah kejanggalan itu perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui secara jelas kronologi dan motif di balik dugaan penyerangan terhadap Hafidz.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/penyerangan-aktivis-bem-ui-disebut-janggal-ini-ciri-pelakunya-5b952ee1/.

Baca juga

Semua berita Nasional