Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Bos Danantara Soal Pengalihan Utang Whoosh: Sedang BerjalanAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Bos Danantara Soal Pengalihan Utang Whoosh: Sedang Berjalan

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 391 kata
Bos Danantara Soal Pengalihan Utang Whoosh: Sedang Berjalan — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, buka suara mengenai proses pengalihan beban utang proyek Kereta Cepat Whoosh. Dia memastikan proses tersebut saat ini tengah berjalan.

Adapun rencana pengalihan beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dari BUMN ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) semula ditargetkan berlaku efektif pada pertengahan September 2026. Meski tak membeberkan detail teknisnya, Rosan menegaskan prosesnya terus berlanjut.

"Sudah berjalan, sedang berjalan, sedang berjalan, berjalan," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (6/10/2026).

Sementara itu, Kemenkeu masih melakukan due diligence terhadap rencana pengalihan utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Whoosh tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mencari skema yang dapat meminimalkan dampaknya terhadap APBN.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan, pemerintah tetap menjaga operasional dan pelayanan Whoosh agar terus berlanjut selama proses kajian berlangsung.

"Whoosh terus dikaji. Tentu saja ini bagaimana kita, yang penting jangan sampai Whoosh ini berhenti. Servisnya, pelayanan dari Whoosh ini terus jalan, tapi beban fiskalnya bisa diminimize," kata Juda di Bogor, Kamis (1/10/2026).

Masih Dibahas Juda menambahkan, pemerintah masih membahas berbagai opsi penyelesaian persoalan Whoosh dengan memperimbangkan konsekuensi fiskal dari setiap skema yang ada.

"Oleh sebab itu, sekarang ini terus dilakukan pembahasan dan due diligence terhadap Whoosh. Tujuannya agar masalah ini terselesaikan tanpa mengganggu fiskal. Intinya seperti itu," ujarnya.

Terkait target pengalihan yang sebelumnya dijadwalkan pada 15 September 2026, Juda mengaku belum bisa memastikan tanggal pastinya. Pasalnya, sejumlah aspek teknis masih harus dipastikan melalui proses kajian mendalam.

"Ya, ini tentu masih banyak hal-hal teknis yang perlu dipastikan. Due diligence juga terus dilakukan," katanya.

Pengalihan Saham Sebelumnya, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Evita Manthovani menyampaikan bahwa proses pengalihan saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC kepada pemerintah mencakup kajian komprehensif dari sisi fiskal, bisnis, finansial, hukum, hingga harga saham.

Evita menjelaskan, skema pengalihan saham telah disepakati dan dibahas secara detail. Pemerintah pun terus memfinalisasi prosesnya melalui koordinasi erat dengan Danantara dan Badan Pengelola (BP) BUMN.

"Pengalihan saham PT PSBI ke pemerintah masih dalam proses finalisasi. Skema telah ditetapkan dan dibahas secara detail. Sesuai kesepakatan, tidak melibatkan APBN," ujar Evita dalam taklimat media APBN KiTa, Jumat (18/9/2026).

Guna mendukung alur tersebut, Kemenkeu tengah menyusun Peraturan Presiden (Perpres) dan memperbarui sejumlah aspek pendukung. Pemerintah menyiapkan skema pengalihan saham BUMN di KCIC melalui special mission vehicle (SMV) yang berada di bawah naungan Kemenkeu.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bos-danantara-soal-pengalihan-utang-whoosh-sedang-berjalan-bc7365a5/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi