Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Dulu Tidur Beralas Kerikil, Mantan Kuli Panggul Ini Cetak Harta Rp 286 TriliunAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Dulu Tidur Beralas Kerikil, Mantan Kuli Panggul Ini Cetak Harta Rp 286 Triliun

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 438 kata
Dulu Tidur Beralas Kerikil, Mantan Kuli Panggul Ini Cetak Harta Rp 286 Triliun — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Tidur beralaskan kerikil tajam dengan pakaian kerja yang sudah kusam pernah menjadi keseharian Sulaiman bin Abdul Aziz Al Rajhi. Siapa sangka, bocah miskin yang dulu memeras keringat sebagai kuli panggul di pasar Riyadh itu kelak bertransformasi menjadi salah satu Raja Bank Syariah paling berpengaruh di dunia, sebelum akhirnya memutuskan membagikan seluruh hartanya hingga tak tersisa.

Dikutip dari laman resmi Sulaiman Bin Abdul Aziz Al Rajhi Charitable Foundation, Selasa (6/10/2026), pria kelahiran 1929 di Al Bukayriyah, Arab Saudi, ini tumbuh dalam kemiskinan ekstrem. Demi bertahan hidup, Sulaiman melakoni pekerjaan kasar apa saja tanpa rasa malu, mulai menjadi pengumpul abu, penjaga pasar, tukang panggul barang, hingga pemetik kurma.

Masa-masa pahit inilah yang menempa kedisiplinan, ketabahan, dan rasa hormatnya yang begitu mendalam terhadap setiap keping uang.

Dilansir dari Forbes Middle East, titik balik finansial Sulaiman bermula saat ia melihat peluang bisnis penukaran mata uang asing untuk jemaah haji dan umrah di Tanah Suci. Berbekal kejujuran dan intuisi bisnis yang tajam, usaha yang dirintis bersama saudara-saudaranya ini berkembang pesat.

Pada 1957, Sulaiman resmi mendirikan Al Rajhi Bank. Berawal dari loket penukaran uang sederhana, usaha ini menjelma menjadi bank syariah raksasa dengan aset puluhan miliar dolar AS. Tak berhenti di perbankan, ia merambah sektor pertanian, peternakan unggas (Al Watania Poultry), hingga manufaktur.

Forbes sempat mencatat kekayaan bersihnya menembus US$ 7,7 miliar atau sekitar Rp 137 triliun (kurs Rp 17.919 per US$) dan menempatkannya dalam jajaran orang terkaya di dunia.

Mewariskan Harta Saat Hidup dan Menanggalkan Status Miliarder Namun, hal paling fenomenal dari Sulaiman Al Rajhi bukanlah seberapa banyak kekayaan yang dikumpulkannya, melainkan cara ia melepaskannya.

Dikutip dari Medium, saat usianya memasuki masa senja, Sulaiman mengambil keputusan yang mengejutkan dunia bisnis. Ia memilih membagikan seluruh total kekayaannya yang diperkirakan mencapai US$ 16 miliar atau sekitar Rp 286 triliun saat masih hidup.

Kekayaan raksasa itu dibagi dua, sepertiga diwariskan kepada anak-anaknya secara adil, sedangkan dua pertiga sisanya—termasuk saham bank, lahan pertanian, dan properti diwakafkan secara permanen untuk kepentingan umat.

Lewat aksi filantropi ini, Sulaiman secara sukarela menanggalkan status miliardernya dan memilih hidup bersahaja tanpa kepemilikan aset pribadi lagi.

Warisan Abadi untuk Umat Melalui yayasan-nya, dana wakaf Sulaiman dikelola secara profesional untuk membiayai program pendidikan, kesehatan, pengentasan kelaparan, hingga infrastruktur sosial di lebih dari 130 kota dan desa. Salah satu karya terbesarnya adalah mendirikan Sulaiman Al Rajhi University, kampus nirlaba di bidang kesehatan dan perbankan syariah.

Atas dedikasinya, ia dianugerahi penghargaan bergengsi King Faisal International Prize for Service to Islam.

Kisah Sulaiman Al Rajhi menjadi pengingat bahwa sukses sejati tidak diukur dari deretan angka kekayaan, melainkan keberanian untuk berbagi dan memberi manfaat nyata bagi sesama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dulu-tidur-beralas-kerikil-mantan-kuli-panggul-ini-cetak-harta-rp-286-8e6b1a76/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi