Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga The FedAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga The Fed

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 341 kata
Harga Emas Dunia Stabil, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga The Fed — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia relatif stabil pada penuutpan perdagangan Senin. Tekanan dari penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil US Treasury tertahan oleh berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada bulan ini.

Mengutip CNBC, Selasa (6/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,2% menjadi US$ 4.133,59 per ons pada pukul 14.25 waktu Amerika Serikat. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,02% menjadi US$ 4.161,5 per ons.

“Kita bisa melihat penurunan jangka pendek (pada harga emas) sebelum pembeli masuk secara signifikan. Ini berkaitan dengan dolar yang terus menguat dan imbal hasil yang masih tinggi,” kata analis pasar di Forex.com, Fawad Razaqzada.

Indeks dolar AS menguat sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil US Treasury 10 tahun juga berada di dekat level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Razaqzada mengatakan data ekonomi AS dalam beberapa hari terakhir sebagian besar berada di bawah ekspektasi pasar. Kondisi tersebut membuat taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed berkurang.

Cetak Rekor Baru di 2027 Ekspektasi The Fed menaikkan suku bunga pada Oktober menurun setelah pertumbuhan lapangan kerja AS pada September melambat lebih dari perkiraan. Data penggajian nonpertanian untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi turun.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hampir 24%, turun dari sekitar 70% pada pekan sebelumnya. Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember masih berada di sekitar 86%.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi minat terhadap emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil. Meski demikian, emas tetap diminati sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Investor kini menunggu risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) September yang akan dirilis pekan ini. Risalah tersebut diharapkan memberi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed setelah menaikkan suku bunga bulan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Metals Focus memperkirakan harga emas dapat mencetak rekor tertinggi baru pada 2027. Harga emas diprediksi rata-rata mencapai US$ 5.330 per ons tahun depan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-emas-dunia-stabil-pasar-tunggu-arah-suku-bunga-the-fed-b68cf10a/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi