Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi MelemahAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 384 kata
Harga Emas Hari Ini Melejit Usai Dolar AS hingga Imbal Hasil Obligasi Melemah — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas itu didukung oleh terhentinya lonjakan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau treasury dan dolar AS yang melemah. Sementara itu, investor menantikan risalah rapat the Federal Reserve (the Fed) pada September untuk mendapatkan petunjuk baru mengenai prospek kebijakan moneternya.

Mengutip CNBC, Rabu (7/10/2026), harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.168,33 per ons. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup menguat 0,7% ke level US$ 4.187,10.

"Kami melihat adanya permintaan aset safe-haven (untuk emas) akibat gejolak di pasar obligasi Prancis dan kekhawatiran yang meningkat mengenai pasar obligasi pemerintah AS,” ujar Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sedikit turun setelah sempat mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade pada Senin pekan ini. Sementara dolar AS melemah dari level tertinggi satu tahun, sehingga membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.

Investor masih merasa cemas mengenai peningkatan tingkat utang pemerintah dan pelebaran defisit anggaran di beberapa wilayah zona euro, khususnya Prancis, yang mendorong kenaikan imbal hasil obligasi negara.

Investor kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September, yang dijadwalkan rilis pada Rabu, untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini setelah data pertumbuhan lapangan kerja bulan September tercatat lebih rendah dari perkiraan.

Para pedagang kini melihat peluang kenaikan suku bunga The Fed bulan ini hanya sebesar 22%, tetapi masih memperhitungkan probabilitas sebesar 84% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut data FedWatch Tool dari CME.

Aksi Beli ETF Berlanjut Emas cenderung kehilangan daya tariknya dibandingkan aset-aset yang memberikan imbal hasil (seperti obligasi) di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Sementara itu, harga minyak turun karena ekspor minyak mentah Timur Tengah yang tetap kuat serta pelepasan cadangan darurat oleh negara-negara G7 telah meredakan kekhawatiran mengenai pasokan.

"Terlepas dari hambatan jangka pendek, aksi beli ETF yang terus berlanjut serta permintaan dari investor diskresioner tetap memberikan dukungan bagi emas. Kami mempertahankan pandangan bahwa logam mulia ini akan bergerak melampaui level US$ 5.000 per ons pada tahun 2027,” ungkap para analis TD Securities dalam sebuah catatan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/harga-emas-hari-ini-melejit-usai-dolar-as-hingga-imbal-hasil-obligasi-8b0ceae9/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi