Hyundai Jump School upaya Hyundai cetak pemimpin muda masa depan
Jakarta (ANTARA) - Hyundai Indonesia kembali menghadirkan program Hyundai Jump School yang memberikan ruang interaksi lebih nyata agar mahasiswa tidak hanya mengandalkan pembelajaran akademis ketika memasuki dunia profesional dan siap menjadi pemimpin di masa mendatang.
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan program tahun ini memperluas keterlibatan perguruan tinggi dengan menggandeng tiga universitas, yakni Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Pada tahun ini, jumlah mahasiswa yang terlibat tetap 100 orang. Mereka dipilih melalui proses seleksi yang mempertimbangkan kemampuan akademik sekaligus keterampilan sosial, termasuk kemampuan berjejaring.
engan mentor profesional dari industri.
“Jadi mahasiswa yang menjadi mentor, mereka sendiri sebagai mentee juga karena mereka punya mentor profesional,” kata Fransiscus di Jakarta, Rabu.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bakal diberikan kesempatan untuk membimbing siswa dari berbagai jenjang pendidikan melalui learning center.
Tahun ini, Hyundai menargetkan sedikitnya 400 siswa menjadi mentee para mahasiswa yang ikut dalam program tersebut.
Program itu tidak hanya melakoni interaksi sosial, akan tetapi dapat membuka akses mahasiswa terhadap dunia industri melalui kunjungan dan interaksi dengan profesional dari Hyundai.
Salah satunya dilakukan melalui kunjungan ke fasilitas manufaktur Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI), termasuk melihat aktivitas yang berkaitan dengan riset dan pengembangan.
Paparan teknologi menjadi bagian lain dari proses pembelajaran. Mahasiswa dapat berdiskusi mengenai perkembangan teknologi otomotif, mulai dari elektrifikasi kendaraan hingga teknologi fuel cell dan hidrogen.
Menariknya, peserta Jump School berasal dari berbagai disiplin ilmu, tidak hanya teknik. Mahasiswa psikologi, manajemen, dan ilmu administrasi turut terlibat sehingga interaksi lintas bidang menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Fransiscus menambahkan bahwa pengalaman tersebut diharapkan, menjadi penghubung antara pendidikan dan dunia profesional.
Hyundai ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga pengalaman sosial, kepemimpinan, dan pemahaman terhadap industri.
"Jadi kita ingin tidak hanya melalui dunia pendidikan dengan nilai akademis yang tinggi, tapi juga melalui pengalaman-pengalaman atau praktik-praktik yang mereka bisa dapatkan selama aktivitas Jump School," kata Fransiscus.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/hyundai-jump-school-upaya-hyundai-cetak-pemimpin-muda-masa-depan-cce0b398/.
Baca juga
Dari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai Tambah
Bima (ANTARA) - Pada musim panen, hamparan tambak garam di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, berubah menjadi bentangan putih yang menyilaukan mata. Kristal-kristal garam dikumpulkan, ditumpuk, lalu menunggu pembeli datang mengambilnya.
Faktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara keras
Jakarta (ANTARA) - Neurorolog di The Ohio State University Wexner Medical Center, Nick Andresen membagikan sejumlah faktor yang bisa mengganggu pendengaran selain disebabkan usia maupun paparan suara keras.
Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar
Kasus Korupsi di Kejaksaan Agung Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar Jaksa mengungkap empat perkara yang berkaitan dengan penerimaan uang Febrie Adriansyah dalam perkara pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Momen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 M
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah saling menyapa dan bersalaman dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung).