Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Ini Strategi Bidik Pembeli di TikTok Shop Jelang Puncak Belanja Akhir TahunVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Ini Strategi Bidik Pembeli di TikTok Shop Jelang Puncak Belanja Akhir Tahun

Liputan6 Tekno 2 menit baca 342 kata
Ini Strategi Bidik Pembeli di TikTok Shop Jelang Puncak Belanja Akhir Tahun — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang kuartal keempat (Q4) 2026 yang menjadi periode puncak belanja e-commerce di Indonesia, pelaku bisnis dan seller di TikTok Shop dihadapkan pada tantangan besar dalam mengelola kampanye periklanan digital.

Guna membantu pengusaha mengoptimalkan strategi penjualan, TikTok dan Agile Advertising menggelar seminar "TikTok × Agile Advertising: It's A Match" di Jakarta, belum lama ini.

Managing Director Agile Advertising, Ryan Sidharta, mengungkap kendala utama pemasaran digital saat ini bukan pada jangkauan (reach), melainkan ketidaksesuaian target.

"Mayoritas brand yang mengalami kendala pemasaran sebenarnya bukan kekurangan jangkauan. Iklan mereka sampai ke audiens, tetapi bukan ke orang yang tepat," ujar Ryan dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Dinamika pasar dan perilaku konsumen bergerak cepat, sehingga kecocokan produk, audiens, dan pesan iklan harus terus disesuaikan. Ia menilai pelaku bisnis harus bergerak berdasarkan keputusan pada data faktual, bukan asumsi.

"Saat volume pesanan meningkat tetapi pendapatan total stagnan, segera perbaiki nilai basket size serta struktur konversi toko," Ryan menambahkan.

Fenomena pendapatan stagnan kerap terjadi ketika jumlah order naik tetapi tidak memberikan margin keuntungan yang sehat.

Banyak seller tergoda menambah traffic tanpa membenahi tingkat konversi toko dan ukuran keranjang belanja. Pendekatan pemasaran berbasis data analytics serta pemahaman benchmark industri pun menjadi kebutuhan krusial bagi pemilik brand saat ini.

3 Metodologi Kerja Terstruktur Sebagai agensi yang berfokus pada performance dan conversion, Agile Advertising menunjukkan komitmennya melalui rekam jejak pertumbuhan operasional sejak berdiri pada 2023.

Beroperasi secara mandiri, agensi ini diklaim telah menangani lebih dari 25 jenis industri dan mengelola pemasaran digital untuk lebih dari 100 brand setiap bulannya.

Keberhasilan pengelolaan pemasaran digital oleh Agile Advertising didorong oleh metodologi kerja terstruktur, yaitu Attempt, Analyze, dan Amplify:

- Attempt: Melakukan pengujian awal terukur untuk menemukan kombinasi materi iklan dan alokasi audiens terbaik.

- Analyze: Menganalisis data kinerja secara mendalam guna mengidentifikasi break-even ROAS (Return on Ad Spend) serta titik efisiensi penjualan.

- Amplify: Memperbesar skala anggaran dan jangkauan iklan secara progresif guna mencapai potensi GMV Max tanpa mengorbankan margin profit bersih merchant. GMV Max adalah alat iklan otomatis dari TikTok Shop yang mengoptimalkan pendapatan kotor berdasarkan target ROI (Return on Investment) yang ditentukan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ini-strategi-bidik-pembeli-di-tiktok-shop-jelang-puncak-belanja-akhir-51485f89/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi