Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Jangan Tunggu Sakit Gigi Baru Periksa, Ini Pesan DokterAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Lifestyle

Jangan Tunggu Sakit Gigi Baru Periksa, Ini Pesan Dokter

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 344 kata
Jangan Tunggu Sakit Gigi Baru Periksa, Ini Pesan Dokter — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Memeriksakan gigi sebaiknya tidak menunggu sampai muncul rasa sakit. Pemeriksaan rutin diperlukan untuk mengetahui masalah pada gigi dan mulut sejak awal, termasuk kondisi yang mungkin belum menimbulkan keluhan.

"Pemeriksaan gigi sebaiknya dilakukan secara berkala, sekitar setiap enam bulan. Dengan pemeriksaan rutin, masalah seperti karang gigi dan gigi berlubang dapat diketahui sebelum berkembang menjadi lebih berat," kata drg Melissa Delania, SpPros dari Satu Dental ditemui beberapa waktu lalu.

Menurutnya, orang yang sudah puluhan tahun tidak memeriksakan gigi bisa datang dengan lebih dari satu masalah. Kondisi tersebut membuat perawatan perlu dilakukan secara bertahap sesuai tingkat keparahannya.

Ketika ditemukan beberapa masalah, dokter gigi akan menentukan prioritas perawatan dan menanganinya satu per satu. Artinya, pasien tidak selalu harus menyelesaikan seluruh masalah gigi dalam satu kali kunjungan.

"Dalam proses menyelesaikan akan datang berkali-kali karena tabungan 30 tahun enggak ke dokter gigi," katanya.

Sakit Gigi Hilang Sendiri, Infeksi Bisa Jadi Masih Ada Seseorang yang mengalami sakit gigi lalu hilang sendiri maka bukan berarti sudah sembih. Rasa sakit bisa terjadi karena saraf gigi yang sudah mati.

Namun, bukan berarti jaringan di sekitar gigi terbebas dari masalah. Justru, kondisi tersebut dapat menjadi bagian dari proses infeksi yang terus berkembang apabila tidak ditangani.

Dela menjelaskan, jaringan yang sudah mati di dalam tubuh dapat memicu reaksi peradangan dan infeksi di area tersebut. Ketika kondisi ini kembali dibiarkan, infeksi dapat semakin besar dan menimbulkan pembengkakan maupun demam.

Pada infeksi gigi yang berat, pembengkakan juga dapat menekan jaringan di sekitarnya. Mengingat area gigi dan rongga mulut berdekatan dengan jalur napas, maka bisa memengaruhi sampai ke situ. Infeksi yang berat juga dapat menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi pada bagian tubuh lain.

Maka dari itu, hilangnya rasa sakit tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan kondisi gigi.

Ketika saraf gigi masih hidup, kerusakan pada gigi dapat menimbulkan rasa sakit. Namun, ketika saraf tersebut sudah mati, keluhan nyeri justru dapat menghilang.

"Jadi waktu sarafnya masih ada, mulai rusak itu sakit dulu. Terus kemudian sempat enggak sakit dulu, nah biasa pasien sudah merasa sudah enak, padahal bukan, itu malah awal mulai lebih parah lagi," kata Dela.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jangan-tunggu-sakit-gigi-baru-periksa-ini-pesan-dokter-f4f50432/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle