Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026258 berita

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan PolisiPemkot Palu hadirkan 24 perusahaan dalam Job Fair 2026Empat korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di KaltengJasa Raharja bayarkan santunan Rp3,02 miliar korban Kapal VirgoKejati Bali tetapkan tersangka dugaan korupsi rugikan ASABRI Rp100 MIndro terkejut generasi Z masih hafal lagu-lagu WarkopSetahun Sekolah Rakyat di Makassar, siswa makin mandiriReality Club dan Phum Viphurit akan tampil di Synchronize Fest 2026Aceh Barat percepat realisasi TKD Rp68 miliar untuk pemulihanApindo: RUU Ketenagakerjaan harus seimbang antara pekerja dan industri
Internasional

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi

CNBC Indonesia 4 menit baca 880 kata
Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Masjid Mau Dibongkar, Warga Muslim Melawan-Bentrok dengan Polisi Jakarta, CNBC Indonesia - Suasana tegang masih menyelimuti Kota Ujjain, India, setelah rencana pembongkaran sebagian Masjid Shahi memicu aksi protes umat Muslim. Masjid tersebut terancam dibongkar sebagian untuk pelebaran jalan yang dipersiapkan menyambut festival ziarah Hindu besar pada 2028.

Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang ikut dalam aksi tersebut, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (30/9/2026), mengaku sudah tiga malam tidak bisa tidur dengan baik. Ia bergabung bersama ratusan umat Muslim yang berjaga di luar masjid pada Minggu malam untuk mencegah alat berat membongkar bangunan tersebut.

Ujjain berada sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota negara bagian Madhya Pradesh. Wilayah tersebut telah dikuasai Partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi sejak 2003, kecuali selama 15 bulan ketika pemerintahan oposisi Partai Kongres berkuasa.

BJP yang berhaluan nasionalis Hindu selama ini dituding menjalankan kampanye yang secara sengaja menyasar bangunan keagamaan Muslim, termasuk masjid, tempat ziarah, pemakaman dan madrasah. Tuduhan tersebut antara lain didasarkan pada klaim bahwa bangunan-bangunan itu didirikan secara ilegal atau berdiri di atas lokasi bekas kuil Hindu.

Dalam beberapa tahun terakhir, ratusan tempat ibadah dan situs Muslim di sejumlah negara bagian yang dikuasai BJP telah dibongkar sebagian maupun seluruhnya oleh pemerintah. Sejumlah pembongkaran bahkan dilakukan pada malam hari dan dalam beberapa kasus berlangsung ketika persoalan tersebut masih dalam proses hukum di pengadilan.

Kekhawatiran serupa kini dirasakan warga Muslim Ujjain. Pada Minggu malam, mereka berkumpul di sekitar Masjid Shahi yang berada di kawasan Chhatri Chowk untuk menentang rencana pembongkaran.

Pemerintah setempat berencana membersihkan sekaligus memperlebar jalan yang akan digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Simhastha Kumbh Mela pada 2028. Festival tersebut merupakan salah satu ziarah besar umat Hindu yang digelar di tepi Sungai Kshipra.

Khan, yang menjalankan bisnis pemasaran digital, mengatakan kepada Al Jazeera melalui sambungan telepon pada Selasa bahwa persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung selama sekitar dua bulan.

"Ini dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan kepada Masjid Shahi, yang menyatakan bahwa masjid tersebut harus diambil alih karena jalan perlu diperlebar," kata Khan.

Menurut dia, pemerintah kota memberikan batas waktu hingga 10 September kepada pengelola masjid untuk membongkar bagian bangunan yang dianggap menghalangi proyek.

"Mereka memberi batas waktu 10 September untuk 'membongkar bangunan itu sendiri', dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas," ujarnya.

Di tengah persoalan tersebut, umat Muslim juga telah menempuh jalur hukum. Namun, gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi setempat untuk menghentikan pembongkaran ditolak.

Pengadilan beralasan bahwa penyelenggaraan ziarah Hindu pada 2028 membutuhkan ruang tambahan untuk mengatur lalu lintas.

"Argumen mereka adalah bahwa banyak orang akan datang dari luar dan masyarakat tidak boleh menghadapi masalah. Jadi kepentingan publik harus didahulukan," kata Khan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/masjid-mau-dibongkar-warga-muslim-melawan-bentrok-dengan-polisi-8d4b49b5/.

Baca juga

Semua berita Internasional