Tegas! China Akan Balas Ancaman Blokir Pasar 24 Jam Eropa
Tegas! China Akan Balas Ancaman Blokir Pasar 24 Jam Eropa Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan China mengirimkan peringatan keras ke Uni Eropa (UE). Ini terjadi menjelang pembicaraan tingkat tinggi yang dijadwalkan berlangsung di Beijing minggu depan.
Mengutip CNBC Internasional, Rabu (30/09/2026), peringatan terkait wacana pengetatan produk dan bisnis China di kawasan Eropa. "China akan merespons dengan tegas... Tindakan seperti itu, sementara China dan UE terlibat dalam pembicaraan perdagangan, akan sangat merusak rasa saling percaya dan mengganggu negosiasi," kata Kementerian Perdagangan China.
Seperti diketahui, China dan UE telah terlibat dalam diskusi perdagangan yang alot sejak musim panas lalu. Eropa berambisi besar untuk memangkas rekor defisit perdagangannya dengan Beijing selambat-lambatnya pada bulan Oktober ini.
Komisioner Perdagangan UE Maros Sefcovic, yang dijadwalkan ke China, sebelumnya telah mengeluarkan ultimatum secara terbuka. "Beijing harus memberikan hasil yang konkret pada bulan Oktober atau akan menghadapi langkah-langkah yang lebih keras," ucapnya.
Ancaman hukuman yang lebih berat tersebut kian nyata setelah analis Rhodium Group, Noah Barkin, pada awal minggu ini membeberkan bahwa Eropa tengah mempertimbangkan sejumlah langkah ekstrem untuk menutup pintu bagi China dari blok tersebut. Mengutip sejumlah pejabat Eropa, ia menyebut bahwa Jerman dan Prancis kini sedang merampungkan sebuah dokumen bersama yang mendesak Komisi Eropa untuk segera mempercepat pengembangan sebuah instrumen baru.
"Instrumen ini dirancang agar memungkinkan Brussel untuk memutus China dari pasar Eropa dalam waktu 24 jam," paparnya.
Barkin menambahkan bahwa langkah-langkah represif tersebut kemungkinan besar akan meniru pendekatan tarif Pasal 301 milik Amerika Serikat (AS). Pernyataan keras dari Kementerian Perdagangan China sendiri diyakini merupakan respons langsung atas manuver Eropa yang tengah mempertimbangkan instrumen bergaya "301" tersebut.
Sebagai informasi, meskipun Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) telah menyalip UE pada tahun 2020 sebagai mitra dagang barang terbesar China, data Bea Cukai China menunjukkan bahwa defisit perdagangan UE dengan China masih menjadi yang terbesar di dunia-bahkan baru-baru ini telah melampaui rekor defisit AS.
Lebih lanjut, jika mencakup sektor jasa, UE menyatakan bahwa mereka secara keseluruhan merupakan mitra dagang utama China, dengan nilai kombinasi perdagangan menembus angka 880 miliar euro, atau setara hampir Rp 17.800 triliun pada tahun lalu.
(tps/sef) [Gambas:Video CNBC]
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/tegas-china-akan-balas-ancaman-blokir-pasar-24-jam-eropa-b751061b/.
Baca juga
Wanti-wanti Pengusaha Jelang Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan catatan jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang.
Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional.
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kunjungan kerja ke Swiss. AHY bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin.
Astra Dampingi Desa Gede Pangrango Kembangkan Wisata dan UMKM Lokal
Perjalanan pengembangan Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango dilakukan melalui kolaborasi masyarakat bersama berbagai pihak. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra dari PT Astra International Tbk ("Astra") yang mendampingi pengembangan potensi desa melalui bidang…