Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026Alarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026

CNBC Indonesia 1 menit baca 60 kata
Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026 — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Piutang Perusahaan Pembiayaan Tumbuh 1,68% (YoY) per Agustus 2026 CNBC Indonesia TV,

CNBC Indonesia 07 October 2026 09:30 Jakarta, CNBC Indonesia- Piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh terbatas, yaitu 1,68% secara tahunan, menjadi Rp 514,08 triliun per Agustus 2026. Pertumbuhan terutama didukung pembiayaan modal kerja yang naik 5,4% secara tahunan.

Selengkapnya dalam program Power Lunch CNBC Indonesia (Selasa, 06/10/2026) berikut ini.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/piutang-perusahaan-pembiayaan-tumbuh-168-yoy-per-agustus-2026-a114e95d/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi