Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Prabowo: Dua Tahun Ini Berkali-kali Saya Mau DisogokThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Prabowo: Dua Tahun Ini Berkali-kali Saya Mau Disogok

Liputan6 News 2 menit baca 331 kata
Prabowo: Dua Tahun Ini Berkali-kali Saya Mau Disogok — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya beberapa kali berupaya disuap selama dua tahun terakhir.

Ia menyampaikan hal tersebut saat berbicara mengenai kondisi institusi negara dan upaya pemberantasan korupsi.

Prabowo menilai kondisi Indonesia saat ini masih menghadapi persoalan serius. Menurutnya, kerusakan terhadap sejumlah institusi negara telah berlangsung selama puluhan tahun.

"Kita paham negara kita berada dalam keadaan yang, yang tidak baik-baik saja. Kita paham itu. Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak," kata Prabowo dalam acara penyerahan keuangan negara yang diselamatkan Satgas PKH di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan praktik suap tidak hanya menyasar pejabat di level menteri dan direktur jenderal. Prabowo mengaku dirinya juga beberapa kali menjadi sasaran upaya suap.

"Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri dirjen, saya mau disogok, dalam dua tahun ini berkali-kali saya mau disogok," sambungnya.

Prabowo mengatakan pemerintah berupaya memperbaiki persoalan tersebut melalui pendekatan persuasif dan apa yang disebutnya sebagai dakwah kebangsaan. Ia juga mengaku terus mengingatkan para menteri agar tidak melakukan tindakan yang merugikan negara dan rakyat.

"Kita berusaha memperbaiki, dengan persuasif, dengan dakwah ya, dakwah kebenaran, dakwah kebangsaan, dengan bicara, dengan meyakinkan, di mana-mana saya diundang pasti saudara tahu apa pesan saya. Menteri-menteri yang ikut rapat dengan saya tahu sikap saya, tekad saya, kehendak saya," jelasnya.

Tantangan Selalu Muncul di Tengah Upaya Pemberantasan Korupsi Menurut Prabowo, upaya memperbaiki tata kelola pemerintahan juga menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati kekayaan negara secara tidak sah.

Ia menilai tantangan akan selalu muncul ketika pemerintah berusaha menegakkan keadilan dan memberantas praktik korupsi.

Prabowo kemudian menegaskan bahwa setiap pejabat memiliki pilihan untuk menentukan sikap, yakni berada di jalur yang menurutnya benar atau mengikuti kepentingan pihak yang ingin menguasai kekayaan negara.

"Pilihannya adalah pada diri kita. Apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin. Padahal kita negara yang sangat kaya," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/prabowo-dua-tahun-ini-berkali-kali-saya-mau-disogok-3fa93285/.

Baca juga

Semua berita Nasional