Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Rampung Lebih Cepat, 7 Trainset KRL INKA Kembali Layani Red LineAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Rampung Lebih Cepat, 7 Trainset KRL INKA Kembali Layani Red Line

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 542 kata
Rampung Lebih Cepat, 7 Trainset KRL INKA Kembali Layani Red Line — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah merampungkan perawatan tujuh sarana KRL buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Seluruh rangkaian tersebut siap kembali digunakan untuk melayani penumpang Bogor Line atau red line mulai Selasa (6/10/2026).

VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pemeliharaan tujuh sarana KRL iE305/CLI-225 berhasil diselesaikan lebih awal dari jadwal. Semula, proses perawatan ditargetkan tuntas pada 9 Oktober 2026, namun dapat dirampungkan empat hari lebih cepat.

“Tujuh trainset yang menjalani program perawatan telah siap dan mulai 6 Oktober kembali mendukung pelayanan masyarakat di Bogor Line. Seluruh program dapat diselesaikan empat hari lebih cepat dari target akhir, dengan tetap melalui tahapan pemeriksaan dan pengujian sebelum rangkaian dinyatakan siap beroperasi,” ujar Anne dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Anne menjelaskan, perawatan dilakukan secara bertahap sejak September 2026. Dari tujuh trainset tersebut, dua unit selesai sesuai jadwal, sedangkan lima unit lainnya tuntas satu hingga enam hari lebih cepat dari target. Salah satu trainset bahkan selesai enam hari lebih awal, yakni dari target awal 5 Oktober menjadi 29 September 2026.

Rangkaian KRL yang kembali berdinas ini berformasi 12 kereta dalam satu trainset (SF12). Kesiapan armada SF12 sangat krusial untuk menunjang kapasitas angkut pada jalur dengan kepadatan penumpang yang tinggi.

“Kembalinya tujuh trainset ini menambah kesiapan sarana untuk melayani mobilitas masyarakat di Bogor Line. Percepatan penyelesaian menjadi hasil positif, namun keselamatan tetap menjadi standar utama sebelum setiap rangkaian kembali digunakan dalam pelayanan,” tegas Anne.

Jalur Bogor Line sendiri merupakan salah satu lintasan tersibuk dalam jaringan Commuter Line Jabodetabek. Pada periode Januari–Agustus 2026, koridor ini mencatatkan volume penumpang mencapai 105.704.913 orang, atau rata-rata harian berkisar 435 ribu pengguna.

Kesiapan Layanan Secara kumulatif, layanan KRL Jabodetabek tercatat melayani 277.272.682 penumpang sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka ini bertumbuh 6,32 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang sebanyak 260.797.109 penumpang.

Anne menegaskan bahwa KAI bersama KAI Commuter dan PT INKA berkomitmen penuh untuk menjaga keandalan sarana demi mengakomodasi pergerakan penumpang di kawasan Jabodetabek.

“Dengan selesainya program perawatan ini, tujuh trainset kembali dapat mendukung kapasitas pelayanan Bogor Line. KAI bersama KAI Commuter dan INKA akan terus menjaga kesiapan serta keandalan sarana untuk melayani mobilitas masyarakat,” tutur Anne.

Temuan KAI Sebelumnya, PT KAI sempat menarik sementara (recall) tujuh trainset KRL buatan PT INKA. Keputusan tersebut diambil setelah ditemukannya keretakan pada salah satu komponen di bagian bawah rangka kereta.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa potensi masalah tersebut terdeteksi sewaktu tim internal melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh rangkaian KRL hasil pengadaan baru.

“Dua minggu tiga minggu yang lalu kami terpaksa me-recall 7 unit trainset. Ini kenapa? Karena kami menemukan ketika kami melakukan pengecekan itu ada komponen yang mempunyai potensi fatigue, yang mempunyai potensi mengganggu operasional dari kereta ini,” terang Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026).

Tarik Sementara Hasil pemeriksaan bersama antara KAI dan PT INKA mengonfirmasi adanya keretakan (fracture) pada komponen buatan lokal tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/rampung-lebih-cepat-7-trainset-krl-inka-kembali-layani-red-line-259fab8b/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi