Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Retas Situs Resmi FBI, Hacker Yordania DitangkapBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Internasional

Retas Situs Resmi FBI, Hacker Yordania Ditangkap

CNN Teknologi 4 menit baca 738 kata
Retas Situs Resmi FBI, Hacker Yordania Ditangkap — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Seorang peretas atau hacker yang diduga tergabung dalam kelompok ShinyHunters ditangkap oleh pihak berwenang di Yordania. Kelompok tersebut mengaku telah membobol situs resmi dan mencuri data sensitif milik Badan Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Berdasarkan ketiga sumber informasi yang mengetahui masalah tersebut, anggota kelompok ShinyHunters ini bernama Saif al-Din Khader yang ditahan oleh otoritas Yordania. Mereka menyebut Khader dibawa ke tahanan pada Selasa (29/9).

Khader menggunakan nama samaran "Ray". Penangkapan ini menjadi perkembangan terbaru dalam kasus ShinyHunters.

Menurut sumber, setelah ditangkap, Khader membantu FBI dan penegak hukum di berbagai negara dalam menemukan peretas lain dalam kelompok ShinyHunters.

FBI menolak berkomentar mengenai penangkapan tersebut. Namun, mereka mengatakan bahwa akan terus melakukan penyelidikan terhadap insiden siber yang diduga melibatkan ShinyHunters.

"Kami terus melakukan penyelidikan secara agresif terhadap insiden siber terbaru yang diduga melibatkan ShinyHunters. FBI telah bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk menangkap beberapa orang yang diduga terlibat dan tidak akan segan-segan mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk membawa setiap pihak yang bertanggung jawab ke hadapan hukum," ujar FBI, dikutip Reuters, Sabtu (3/10).

Kerja sama Khader dengan penyelidik dapat menjadi hal penting dalam membantu membatasi atau setidaknya memahami dampak serangan tersebut.

Menurut salah satu sumber, Khader menunjukkan perangkat elektronik dan komunikasi digital miliknya kepada penyelidik untuk membantu FBI menemukan anggota kelompok lainnya.

"Kerja samanya sangat penting dalam upaya yang sedang berlangsung untuk menangkap para hacker ini," ungkap sumber tersebut.

Identitas Khader dan dugaan hubungannya dengan ShinyHunters telah lama diketahui oleh para peneliti keamanan siber.

Tahun lalu, jurnalis independen Brian Krebs melaporkan bahwa Khader merupakan anggota penting Scattered Lapsus$ Hunters, sebuah kelompok yang menaungi sejumlah peretas, termasuk ShinyHunters.

Kerbs menyebut pernah berbicara dengan Khader melalui Signal dan mengaku bahwa ia telah lama meninggalkan dunia pembobolan data dan pemerasan serta bekerja sama dengan penegak hukum.

Reuters melaporkan bahwa muncul tanda-tanda bahwa aktivitas ShinyHunters terganggu setelah mereka mengumumkan pembobolan sistem FBI pada beberapa hari terakhir.

Mereka tidak lagi dapat menghubungi ShinyHunters melalui akun daring yang sebelumnya digunakan mereka untuk berkomunikasi dengan wartawan pada Selasa (29/9). Kemudian, situs mereka di dark web yang digunakan untuk mengunggah ancaman terhadap AI turut menghilang pada Rabu (30/9).

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/retas-situs-resmi-fbi-hacker-yordania-ditangkap-737df631/.

Baca juga

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional