Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026326 berita

Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari IniIHSG diprediksi "sideways", pasar cermati data ekonomi global-domestikSuyudi: Kritik publik jadi peringatan dini untuk benahi PolriHarga Emas Antam Pudar ke Rp2,581 Juta per Gram Awali OktoberFokus 'AI Ready', Telkom Spin-Off Bisnis Fiber Rp85,7 T ke InfraNexiaIHSG Bergerak Dua Arah Pagi IniEmas Bersejarah Indonesia dari Srikandi Bernama Nurisa Dian AshrifahCoaltrans Asia 2026 - PTBA tekankan pentingnya kepastian regulasi dan keberlanjutan pasokan batu baraKomisi III Setujui Komjen Suyudi Jadi Calon Kapolri Gantikan ListyoBNPB kawal masa transisi darurat ke pemulihan pascagempa di Ngada
Ekonomi

Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

CNBC Indonesia 4 menit baca 814 kata
Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu (30/9), IHSG melemah 0,83% ke level 6.071,14. Sejumlah saham masih bergerak positif, dengan UNTR menguat 7,55%, MORA naik 1,99%, dan EMAS bertambah 2,32%.

Di sisi lain, GOTO menjadi saham dengan koreksi terbesar, yakni 13,51%. Pelemahan juga terjadi pada TLKM sebesar 3,38% dan BBCA sebesar 1,22%. Dari sisi investor, asing mencatatkan net sell Rp1,56 triliun di pasar reguler dan Rp1,61 triliun di seluruh pasar.

Tekanan juga terlihat secara sektoral. Sebanyak delapan dari 11 sektor berakhir melemah. Sektor teknologi mencatat penurunan paling dalam sebesar 2,76%, sedangkan sektor industri menjadi sektor dengan penguatan terbesar, yakni 1,17%.

Di bursa saham Amerika Serikat, pergerakan indeks berlangsung variatif. Dow Jones turun 0,86% ke level 50.906, S&P 500 melemah 0,25% ke 7.651, sementara Nasdaq menguat 0,24% ke 26.861.

Pelaku pasar domestik juga mencermati penerapan aktivitas short selling yang mulai berlaku pada 1 Oktober. Saham ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF termasuk dalam daftar saham yang menjadi perhatian dalam penerapan tersebut. Sementara itu, ETF EIDO terkoreksi 0,85% dan MSCI Indonesia turun 1,12%.

Dari sisi aksi korporasi, ada PT Mitra Investindo Tbk (MITI) yang memperluas rencana pengembangan bisnis pasir silika melalui kerja sama dengan PT CNEC Engineering Indonesia (CNEC INA). MoU antara kedua pihak ditandatangani pada 29 September 2026.

CNEC INA merupakan anak usaha China Nuclear Engineering & Construction Corporation, perusahaan milik negara China. Melalui kerja sama tersebut, MITI akan mengembangkan tiga konsesi tambang pasir silika milik anak usahanya.

Ruang lingkup pengembangan mencakup tahapan eksplorasi, studi kelayakan, hingga rekayasa teknis. Kerja sama tersebut juga mencakup keterlibatan mitra teknis dan rekayasa dari China serta potensi dukungan pendanaan.

Pengembangan ini diarahkan untuk mengaktifkan konsesi pasir silika MITI yang selama ini belum beroperasi. Langkah tersebut juga berkaitan dengan agenda hilirisasi pasir silika nasional, yang didukung oleh potensi cadangan pasir silika sekitar 7,80 miliar ton.

Dalam Peta Jalan Hilirisasi Silika, pengembangan industri diarahkan hingga masuk ke rantai industri panel surya. Salah satu produk turunannya adalah wafer silikon solar-grade yang digunakan sebagai bahan dasar sel surya. Pengolahan pasir silika hingga menjadi produk tersebut berpotensi meningkatkan nilai tambah hingga sekitar 1.300 kali lipat.

Selanjutnya, ada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang membuka peluang memperoleh kontrak baru di luar proyek yang saat ini berjalan. Potensi tersebut didukung kapasitas operasional berskala besar, armada yang tersedia, kemampuan teknis, serta akses pendanaan perseroan.

Peluang tersebut muncul setelah diterbitkannya Keputusan Menteri ESDM Nomor 365.K/2026 yang mengatur pembatasan penggunaan anak usaha dan afiliasi pemegang Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) di sektor mineral dan batu bara.

Bagi DEWA, aturan tersebut dinilai tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan perseroan. DEWA dapat melakukan penyesuaian struktur perizinan dan operasional untuk menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Perseroan saat ini berstatus sebagai kontraktor independen Kaltim Prima Coal (KPC) dan Arutmin Indonesia. Keterlibatan DEWA dalam kegiatan kedua perusahaan tersebut telah dilaporkan dan mendapatkan persetujuan Kementerian ESDM melalui RKAB tahunan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/simak-5-rekomendasi-saham-pilihan-hari-ini-fe16dea9/.

Baca juga

IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan pagi ini, Kamis (1/10/2026). Indeks saham melemah tipis sejak pembukaan perdagangan di level 6.000-an.

Detik Finance

Semua berita Ekonomi