Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026258 berita

ASDP Ungkap Antrean Kendaraan di Ketapang-Gilimanuk Mulai TeruraiPemkot Palu hadirkan 24 perusahaan dalam Job Fair 2026Empat korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di KaltengJasa Raharja bayarkan santunan Rp3,02 miliar korban Kapal VirgoKejati Bali tetapkan tersangka dugaan korupsi rugikan ASABRI Rp100 MIndro terkejut generasi Z masih hafal lagu-lagu WarkopSetahun Sekolah Rakyat di Makassar, siswa makin mandiriReality Club dan Phum Viphurit akan tampil di Synchronize Fest 2026Aceh Barat percepat realisasi TKD Rp68 miliar untuk pemulihanApindo: RUU Ketenagakerjaan harus seimbang antara pekerja dan industri
Ekonomi

ASDP Ungkap Antrean Kendaraan di Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai

Detik 2 menit baca 380 kata
ASDP Ungkap Antrean Kendaraan di Ketapang-Gilimanuk Mulai Terurai — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Pergerakan truk logistik mulai meningkat pada layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kemacetan panjang telah terjadi di layanan penyeberangan tersebut selama beberapa hari terakhir.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sepanjang 27-29 September 2026 mencatat ada 6.082 unit truk telah menyeberang melalui lintasan tersebut, dengan tren harian meningkat hingga 2.223 unit pada Selasa kemarin.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, pengaturan operasional terus dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi kapal, dermaga, perairan, serta pergerakan kendaraan di kedua sisi pelabuhan.

"Fokus kami saat ini adalah mempercepat penyerapan kendaraan dan mengurai antrean secara bertahap. Kapal dan dermaga yang tersedia terus dioptimalkan, termasuk mempercepat proses sandar dan bongkar muat ketika kondisi memungkinkan. Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran," ujar Heru dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Dalam periode 27-29 September, ASDP melayani total 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Dari keseluruhan kendaraan yang dilayani tersebut, 6.082 unit merupakan truk, menunjukkan tingginya aktivitas angkutan barang yang memanfaatkan lintasan strategis penghubung Jawa dan Bali.

Pasang Surut Air Laut Pada Rabu pagi, proses pelayanan turut dipengaruhi kondisi air laut surut di Pelabuhan Gilimanuk. Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 05.00 WITA, sejumlah kapal mengalami kendala saat melakukan proses sandar di dermaga plengsengan sehingga proses bongkar muat sempat tertunda.

Kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengaturan pola operasi kapal. ASDP terus berkoordinasi dengan regulator, operator kapal, Kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi aktual di lapangan dan menjaga kelancaran pergerakan kapal maupun kendaraan.

"Kondisi di lintasan terus kami pantau dari waktu ke waktu. Ketika kondisi perairan mendukung, operasional akan dimaksimalkan agar kapal dapat melakukan bongkar muat secara optimal sehingga kendaraan dari area pelabuhan maupun jalur menuju Ketapang dapat terserap lebih cepat," kata Heru.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi cuaca Pelabuhan Ketapang pada periode 30 September hingga 2 Oktober 2026 secara umum diprakirakan berawan hingga cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,1-0,5 meter dengan kecepatan angin diprakirakan sekitar 4-8 knot.

Sementara pada Kamis besok, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4-9 knot dan kecepatan arus sekitar 0,88-4,41 knot. Lalu, pada Jumat, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4-6 knot dan kecepatan arus sekitar 0,71-4,74 knot.

ASDP terus mencermati perkembangan cuaca, pasang surut, dan kondisi perairan sebagai bagian dari pengaturan operasional untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/asdp-ungkap-antrean-kendaraan-di-ketapang-gilimanuk-mulai-terurai-f2590570/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi