Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

CIA Ramal Israel Perang Saudara, Bisa AmbrukBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Internasional

CIA Ramal Israel Perang Saudara, Bisa Ambruk

CNBC Indonesia 1 menit baca 293 kata
CIA Ramal Israel Perang Saudara, Bisa Ambruk — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

CIA Ramal Israel Perang Saudara, Bisa Ambruk Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) dilaporkan memperingatkan Israel berisiko terjerumus ke dalam perang saudara atau mengalami keruntuhan politik akibat perpecahan yang kian tajam. Peringatan itu muncul di tengah tekanan ekonomi, sosial, dan politik setelah bertahun-tahun konflik di Gaza, Lebanon, dan Iran.

Melansir Middle East Monitor, Rabu (7/10/2026), dua sumber yang berbicara kepada Drop Site News menyebut penilaian rahasia tersebut disusun pada Agustus oleh para ahli Red Cell CIA dengan judul "Fracture From Within". Unit tersebut bertugas membuat analisis berwawasan ke depan yang menantang asumsi umum serta mengidentifikasi groupthink atau titik buta dalam komunitas intelijen AS.

Laporan itu menyoroti sejumlah tekanan yang dinilai dapat memicu gejolak menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober. Faktor tersebut mencakup krisis ekonomi dan meningkatnya belanja militer, kembalinya para veteran perang dengan senjata serta trauma psikologis, hingga kemarahan publik atas pengecualian wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks.

CIA juga menyoroti meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki. Pada saat yang sama, upaya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mempertahankan kekuasaan disebut berpotensi memperburuk krisis konstitusional di dalam negeri.

Menurut sumber tersebut, penilaian Red Cell secara khusus berfokus pada masyarakat Yahudi di Israel dan tidak memasukkan warga Arab Israel, yang mencakup sekitar 20% populasi negara tersebut. Hal ini menjadi salah satu keterbatasan dalam cakupan analisis yang dilaporkan.

Kondisi tersebut dinilai semakin rentan karena konflik berkepanjangan telah menambah tekanan terhadap masyarakat dan institusi Israel. Kombinasi antara beban perang, persoalan ekonomi, ketegangan soal wajib militer, serta perseteruan politik disebut dapat memperlebar keretakan internal.

CIA tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait laporan tersebut. Namun, peringatan dalam dokumen "Fracture From Within" menunjukkan bahwa salah satu sekutu terdekat AS kini dinilai menghadapi risiko ketidakstabilan domestik yang serius.

(tfa/luc) [Gambas:Video CNBC]

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/cia-ramal-israel-perang-saudara-bisa-ambruk-80f4d95f/.

Baca juga

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional