Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Indonesia Bahas soal Saran Perlambatan AI-Gabung Koalisi GlobalBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Teknologi

Indonesia Bahas soal Saran Perlambatan AI-Gabung Koalisi Global

Detik 1 menit baca 270 kata
Indonesia Bahas soal Saran Perlambatan AI-Gabung Koalisi Global — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Indonesia gabung dalam koalisi global yang mengatur tentang kecerdasan buatan (AI). Prancis jadi kepala dari kelompok tersebut.

Dalam acara konferensi pers, Rabu (7/10/2026), Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan turut hadir dalam side event Coalition for Children's Rights and Protection in the Age of AI dalam rangkaian Global Dialogue on Artificial Intelligence (GDAI) di Jenewa, Swiss silam.

"Kami kemarin sudah masuk dalam koalisi global yang dipimpin oleh Pancis dan beberapa negara lainnya. Kita akan melakukan pertemuan lanjutan dan melakukan peraturan yang lebih ter-standardisasi," terang Meutya.

"Jadi, kalau sekarang mungkin tiap negara memiliki aturan yang berbeda-beda, nanti ke depan pelindungan anak itu kita harapkan kita di dunia itu memiliki aturan bersama," imbuhnya.

Harapannya, dengan adanya aturan bersama, terjadi dorongan terhadap para platform teknologi dan perusahaan teknologi AI agar mematuhi regulasi tersebut.

Sikap Indonesia Soal Gagasan Perlambatan AI Meutya mengatakan Indonesia lebih setuju terhadap pembangunan safety by design untuk AI, alih-alih perlambatan AI. Menurutnya, apa yang terjadi saat ini adalah AI menjadi terlalu 'kebablasan'.

"Itu pasti memakan waktu. Jadi yang ada bukan perlambatan, tapi yang sekarang itu bablas. Tanpa safety by design yang cukup, dan ini bukan penilaian pemerintah, tapi ini para pakar dan kemarin juga sudah disampaikan di UN, begitu banyak kekhawatiran mengenai bagaimana AI ini saat ini tidak dibangun dengan kelengkapan safety by design yang mencukupi," katanya.

Dengan begitu, dapat dikatakan pembuatan regulasi terhadap AI memerlukan waktu. Sudah sepantasnya impelementasi teknologi baru yang begitu canggih tidak boleh dilakukan tanpa proses mitigasi yang cukup.

"Saya koreksi, mungkin bukan perlambatan, tapi Indonesia termasuk negara yang mendorong agar inovasi di dalam AI dilakukan dengan lebih hati-hati dan safety by design," tandasnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/indonesia-bahas-soal-saran-perlambatan-ai-gabung-koalisi-global-1de750a5/.

Baca juga

Semua berita Teknologi