Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Komdigi Tegur Threads, Minta Meta Tunjukkan KomitmenBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Teknologi

Komdigi Tegur Threads, Minta Meta Tunjukkan Komitmen

Detik 1 menit baca 285 kata
Komdigi Tegur Threads, Minta Meta Tunjukkan Komitmen — gambar dari Detik Inet
Gambar dari Detik Inet. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid tegur Meta. Ini dia sampaikan ketika memaparkan laporan terbaru dari para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dalam Konferensi Pers Update Implementasi PP Tunas.

"Ada dua platform yang bersurat kepada kami untuk memberikan laporan terakhir yaitu TikTok yang melaporkan bahwa saat ini mereka sudah, dari 4 juta lebih sekarang menjadi 9 juta akun yang telah dinonaktifkan," terang Meutya, Rabu (7/10/2026), di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat.

Kemudian, Meta melaporkan kepada Komdigi telah memblokir 85.000 akun untuk Instagram, 99.000 akun Facebook untuk pengguna di bawah 16 tahun serta mengalihkan 22,5 juta akun anak ke Teen Account.

Meski ini menjadi sebuah progress atau kemajuan, Komdigi mencatat bahwa Teen Account untuk Instagram dan Facebook belum dianggap sebagai platform dengan risiko rendah. Saat ini, kategorinya masuk platform risiko tinggi.

"Kecuali dilakukan perubahan-perubahan terhadap fitur yang menjawab ketujuh risiko yaitu fitur yang terkait dengan risiko kontak, risiko konten, risiko kecanduan, keamanan, konsumen, kondisi fisik, fisiologis dan juga kesehatan mental," ujarnya.

Meutya melanjutkan, Teen Account masih memiliki fitur komunikasi dengan orang yang tidak dikenal. Itulah alasan mereka tak bisa dikategorikan sebagai platform risiko rendah.

Sebagai informasi penting, Komdigi menekankan pemerintah bukan hanya berfokus pada jumlah akun yang telah diputus akses. Perubahan fitur-fitur menjadi fitur yang lebih aman untuk anak-anak dapat menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah, paling utama fitur komunikasi dengan orang yang tak dikenal dan pengaturan adiksi.

"Kembali kepada Meta tadi, kami juga ingin menyampaikan bahwa ada satu yang sampai sekarang belum melaporkan mengenai langkah-langkah terhadap penonaktifan akun yaitu akun Threads. Untuk penonaktifan akun anak dari Threads belum ada laporan mengenai angka penindakan ataupun laporan apapun," akunya.

"Karena itu, kami meminta Meta untuk segera menunjukkan komitmen pemenuhan kewajiban terkhusus mengenai platform Threads," tegas Meutya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/komdigi-tegur-threads-minta-meta-tunjukkan-komitmen-6772d2df/.

Baca juga

Semua berita Teknologi