Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini PenjelasannyaBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Nasional

Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya

Okezone 2 menit baca 300 kata
Mengapa Ada Orang yang Tidur dengan Mata Terbuka? Ini Penjelasannya — gambar dari Okezone
Gambar dari Okezone. Ringkasan oleh Zona News.

PERNAH terbangun dengan mata terasa kering, perih, atau seperti ada pasir yang mengganjal? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda seseorang tidur dengan mata terbuka.

Dalam dunia medis, tidur dengan mata terbuka disebut nocturnal lagophthalmos. Kondisi ini terjadi ketika seseorang tidak dapat menutup kelopak mata sepenuhnya saat tidur.

Sekilas mungkin terdengar seperti kebiasaan yang tidak berbahaya. Namun, jika terjadi dalam waktu lama, kondisi tersebut dapat membuat permukaan mata kekurangan pelumas alami dan meningkatkan risiko gangguan pada mata.

Dilansir dari Health Line, kelopak mata berfungsi melindungi permukaan mata dan membantu mempertahankan lapisan air mata. Saat tidur, mata yang tertutup membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.

Jika kelopak mata tidak menutup sempurna, permukaan mata dapat menjadi kering dan mengalami iritasi. Beberapa gejala yang mungkin muncul antara lain mata merah, pandangan kabur, mata terasa terbakar atau perih, iritasi dan rasa gatal, mata terasa seperti berpasir atau tergesek, hingga sensitif terhadap cahaya.

Selain itu, mata yang tidak tertutup sepenuhnya saat tidur juga bisa membuat seseorang merasa ada sesuatu yang mengganjal di mata. Dampak terakhir adalah kualitas tidur terganggu.

Seseorang terkadang tidak menyadari dirinya tidur dengan mata terbuka. Kondisi ini justru dapat diketahui setelah orang lain memberitahukannya atau ketika muncul keluhan pada mata setelah bangun tidur.

Nocturnal lagophthalmos umumnya berkaitan dengan gangguan pada saraf atau otot wajah yang berperan dalam menutup kelopak mata. Beberapa kondisi yang dapat menjadi penyebab atau faktor.

Salah satunya bell's palsy atau kelumpuhan saraf wajah. Kemudian, penyebab lainnya adalah cedera atau trauma pada wajah dan kepala, stroke, tumor atau operasi di sekitar saraf wajah, penyakit neuromuscular, kondisi autoimun tertentu, infeksi tertentu, kerusakan atau jaringan parut pada kelopak mata akibat cedera atau luka bakar, mata menonjol akibat penyakit mata terkait Graves, dan operasi pada kelopak mata.

Pada sebagian orang, penyebabnya tidak dapat diketahui secara jelas. Kondisi ini juga dapat terjadi dalam keluarga.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mengapa-ada-orang-yang-tidur-dengan-mata-terbuka-ini-penjelasannya-fe145b79/.

Baca juga

Semua berita Nasional