Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Menperin Sarmuji Soroti Impor yang Bisa Bikin Industri RI TertekanAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Menperin Sarmuji Soroti Impor yang Bisa Bikin Industri RI Tertekan

CNN Ekonomi 1 menit baca 233 kata
Menperin Sarmuji Soroti Impor yang Bisa Bikin Industri RI Tertekan — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyoroti ancaman arus barang impor yang dapat menekan kelangsungan sektor industri dalam negeri.

Sarmuji menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas kementerian agar regulasi perdagangan, khususnya izin impor tidak mematikan para pelaku usaha lokal.

Hal itu disampaikan Sarmuji usai memimpin rapat kerja bersama Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) serta Direktorat Jenderal Industri Agro di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin (5/10).

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa banyak persoalan penting sektor manufaktur yang penyelesaiannya berada di luar kewenangan internal Kemenperin.

Menurut Sarmuji, hal itu memerlukan kerja sama erat dengan kementerian lain, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Keuangan.

Sarmuji menyebut kebijakan perdagangan yang longgar tanpa pertimbangan matang terhadap kapasitas produksi domestik akan membuat industri nasional kesulitan bertahan.

"Hubungan Kementerian Perindustrian dengan stakeholder yang lain, itu harus kita perkuat. Karena banyak problem yang penyelesaiannya itu tidak di Kementerian Perindustrian saja. Banyak problem yang justru penyelesaiannya ada di kementerian lain," ujar Sarmuji.

Ia mencontohkan bagaimana celah pada regulasi impor dapat berdampak langsung terhadap ketahanan sektor riil nasional.

Sarmuji menilai pengawasan dan pembatasan yang terukur dapat menjadi poin penting untuk melindungi produk lokal dari serbuan barang luar.

"Saya contoh misalkan di Kementerian Perdagangan, kalau izin impor itu terbuka sedemikian rupa tanpa ada pertimbangan untuk membatasi, pasti sektor industri dalam negeri itu pasti akan sulit bertahan untuk jenis-jenis barang-barang tertentu. Nah, itu kita membutuhkan kerja sama dengan banyak sekali stakeholder," tegasnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/menperin-sarmuji-soroti-impor-yang-bisa-bikin-industri-ri-tertekan-d567f077/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi