Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Pakai Jurus IniBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Pakai Jurus Ini

Detik 2 menit baca 411 kata
Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%, Pakai Jurus Ini — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Perekonomian Dradjad Hari Wibowo membeberkan strategi mengejar pertumbuhan ekonomi 6% tahun depan. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi tersebut dapat tercapai apabila seluruh instrumen sudah dijalankan.

Dradjad mengatakan pembagian tugas dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencakup delapan butir. Namun, fokus utamanya dengan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi, mulai dari stimulus fiskal hingga sektor pariwisata.

"Jadi kita akan menggunakan berbagai instrumen, baik itu instrumen stimulus, instrumen standarisasi, instrumen statistik, semuanya kita pakai, kita manfaatkan untuk mendorong pertumbuhan supaya bisa tahun 2027 target 6 persen tercapai, mudah-mudahan bisa lebih," ujar Dradjad di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Dradjad menerangkan seluruh instrumen stimulus yang telah dijalankan akan terus dioptimalkan. Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi sumber-sumber pertumbuhan.

Salah satunya dengan mengurai berbagai hambatan atau bottlenecks yang selama ini merintangi sektor swasta dalam berinvestasi dan menjalankan operasional bisnis.

Dradjad membeberkan hambatan-hambatan tersebut meliputi masalah perizinan hingga ketidaksinkronan kebijakan antar kementerian dan lembaga "Kemudian sektor-sektornya juga sudah kita identifikasikan. Tadi saya sudah spesifik menyebutkan pariwisata, itu salah satu yang bisa menjadi sumber. Kemudian industri pengolahan itu juga bisa jadi salah satu sumber pertumbuhan. Nah jadi sudah ada beberapa identifikasi langkah-langkahnya," terang Dradjad.

Selain itu, Dradjad membidik pemberdayaan masyarakat kelompok bawah dengan penyaluran kredit. Ia mencontohkan bagaimana keberhasilan pemberdayaan ekonomi akar rumput lewat kelompok usaha mikro telah melahirkan banyak cerita sukses di berbagai daerah.

Menurutnya, pendekatan ini tidak hanya memberikan akses modal awal. Namun, juga pendampingan produksi dan pelatihan agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraan hidup secara mandiri.

"Salah satunya adalah tugas saya itu mendorong ekonomi rakyat di desil-desil rendah dan menengah. Jadi masyarakat yang agak kurang beruntung, itu kita dorong bukan hanya dengan kredit murah saja, tapi kita tambah dengan pemberdayaan dan juga kita tambah dengan usaha kelompok," jelasnya.

"Nah ini pertumbuhan di desil-desil bawah ini, ini yang akan lebih banyak didorong oleh Kemenko Perekonomian. Dan itu jumlahnya bukan hanya belasan juta, tapi puluhan juta. Nah ini akan lebih banyak didorong," sambung Dradjad.

Pemerintah juga mengarahkan perhatian pada pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus untuk menarik minat investasi yang lebih luas. Drajad menyebut pihaknya telah mengantongi berbagai hambatan yang yang ada.

Menurutnya, dengan berkoordinasi lintas sektor, menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, serta mengandalkan sinergi antara peran negara dan sektor swasta, ia optimis seluruh target dalam asta cita dapat terwujud.

"Rasanya sih kalau melihat apa yang sudah kita siapkan, kalau kita kerja keras, kerja cepat, dan kerja cerdas, itu insyaallah mungkin malah bisa sedikit lebih dari 6%," tutur Dradjad.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pemerintah-kejar-pertumbuhan-ekonomi-6-pakai-jurus-ini-3e92a92d/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi