Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global Angka kelaparan Indonesia turun hingga 6,3 persen. FAO menyebutnya signifikan, tetapi tantangan makanan sehat masih menanti.
- FAO menyebut angka kelaparan di Indonesia turun dari 18,4 persen pada 2004-2008 menjadi 6,3 persen pada 2023-2025.
- Rajendra Aryal menilai penurunan tersebut signifikan dalam konteks global, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan akses makanan sehat.
- Menurut Rajendra, pola makan sehat penting untuk tumbuh kembang anak, kesehatan dan produktivitas orang dewasa, serta pembangunan Indonesia menuju 2045.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) menyebut angka kelaparan di Indonesia turun signifikan dalam dua dekade terakhir.
Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengatakan kemajuan tersebut merupakan pencapaian signifikan dalam konteks global.
Hal itu disampaikannya dalam Mata Lokal Fest 2026 yang digelar Tribun Network di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Dalam paparannya, Rajendra menyebut angka kelaparan di Indonesia mencapai 18,4 persen pada periode 2004-2008. Angka tersebut kemudian turun menjadi 6,3 persen pada periode 2023-2025.
“Seperti yang Anda lihat, dari tahun 2023 hingga 2025 angka kelaparan telah menurun menjadi 6 persen. Saya harus katakan bahwa ini adalah pencapaian yang signifikan di tingkat global,” ujar Rajendra.
Menurut Rajendra, kemajuan tersebut terjadi ketika kelaparan masih menjadi persoalan di berbagai negara. Karena itu, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan makanan tersedia, tetapi juga memproduksi makanan berkualitas yang mendukung pembangunan manusia.
adar memenuhi kebutuhan kalori atau membuat perut kenyang. Makanan yang dikonsumsi harus cukup, beragam, seimbang, dan moderat agar kebutuhan nutrisi terpenuhi tanpa kelebihan yang berisiko bagi kesehatan.
Pola makan yang cukup berarti memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tanpa berlebihan. Sementara itu, pola makan beragam mencakup berbagai makanan bergizi untuk sejumlah kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, ibu menyusui, dan kelompok marginal.
Pola makan seimbang mencakup proporsi protein, lemak, dan karbohidrat yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak tidak sehat juga perlu dibatasi.
“Pola makan sehat adalah kunci Indonesia Emas 2045. Pola makan sehat adalah dasar dari menciptakan masyarakat yang produktif. Pola makan sehat dapat meningkatkan kapasitas anak untuk bertumbuh dan berkembang,” kata Rajendra.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/badan-pangan-dan-pertanian-pbb-sebut-angka-kelaparan-di-indonesia-ed4949fc/.
Baca juga
Masih Catat Transaksi Manual? Saatnya Kenalan dengan Accurate Biar Laporan Rapi
Mencatat transaksi dan menyusun laporan secara manual memang terasa aman di awal, sampai jumlah transaksi bertambah dan angka mulai sulit dilacak.
Masih Hitung Manual? 7 Skill Excel Ini Bikin Laporan Keuangan Lebih Cepat
Menghitung ulang angka karena satu sel salah rumus itu melelahkan, apalagi kalau laporan harus selesai hari ini.
Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel
Konflik Iran Vs Israel Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel Besarnya dana menjadi sorotan karena Iran sendiri sedang menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kuat dari Amerika Serikat (AS).
IHSG Terkoreksi, 4 Saham Ini Mulai Bangkit dan Diburu Asing
HERALD.ID, JAKARTA — IHSG kembali tertekan pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan turun 0,75 persen ke level 6.146,76, tetapi tekanan pasar tidak menyapu seluruh saham.