Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat GlobalBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global

Tribun 2 menit baca 378 kata
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global Angka kelaparan Indonesia turun hingga 6,3 persen. FAO menyebutnya signifikan, tetapi tantangan makanan sehat masih menanti.

- FAO menyebut angka kelaparan di Indonesia turun dari 18,4 persen pada 2004-2008 menjadi 6,3 persen pada 2023-2025.

- Rajendra Aryal menilai penurunan tersebut signifikan dalam konteks global, tetapi tantangan berikutnya adalah memastikan akses makanan sehat.

- Menurut Rajendra, pola makan sehat penting untuk tumbuh kembang anak, kesehatan dan produktivitas orang dewasa, serta pembangunan Indonesia menuju 2045.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) menyebut angka kelaparan di Indonesia turun signifikan dalam dua dekade terakhir.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, mengatakan kemajuan tersebut merupakan pencapaian signifikan dalam konteks global.

Hal itu disampaikannya dalam Mata Lokal Fest 2026 yang digelar Tribun Network di Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

Dalam paparannya, Rajendra menyebut angka kelaparan di Indonesia mencapai 18,4 persen pada periode 2004-2008. Angka tersebut kemudian turun menjadi 6,3 persen pada periode 2023-2025.

“Seperti yang Anda lihat, dari tahun 2023 hingga 2025 angka kelaparan telah menurun menjadi 6 persen. Saya harus katakan bahwa ini adalah pencapaian yang signifikan di tingkat global,” ujar Rajendra.

Menurut Rajendra, kemajuan tersebut terjadi ketika kelaparan masih menjadi persoalan di berbagai negara. Karena itu, tantangan berikutnya bukan sekadar memastikan makanan tersedia, tetapi juga memproduksi makanan berkualitas yang mendukung pembangunan manusia.

adar memenuhi kebutuhan kalori atau membuat perut kenyang. Makanan yang dikonsumsi harus cukup, beragam, seimbang, dan moderat agar kebutuhan nutrisi terpenuhi tanpa kelebihan yang berisiko bagi kesehatan.

Pola makan yang cukup berarti memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tanpa berlebihan. Sementara itu, pola makan beragam mencakup berbagai makanan bergizi untuk sejumlah kelompok masyarakat, termasuk perempuan, anak-anak, ibu menyusui, dan kelompok marginal.

Pola makan seimbang mencakup proporsi protein, lemak, dan karbohidrat yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan. Konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak tidak sehat juga perlu dibatasi.

“Pola makan sehat adalah kunci Indonesia Emas 2045. Pola makan sehat adalah dasar dari menciptakan masyarakat yang produktif. Pola makan sehat dapat meningkatkan kapasitas anak untuk bertumbuh dan berkembang,” kata Rajendra.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/badan-pangan-dan-pertanian-pbb-sebut-angka-kelaparan-di-indonesia-ed4949fc/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi