Mentrans: Jika Kawasan Menarik, Orang Akan Pindah Mandiri dan Negara Tak Perlu Keluar Uang
Mentrans: Jika Kawasan Menarik, Orang Akan Pindah Mandiri dan Negara Tak Perlu Keluar Uang Mentrans ingin ubah pola transmigrasi: kawasan dibuat menarik agar warga datang mandiri tanpa negara membiayai pemindahan.
- Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman mendorong kawasan transmigrasi dibuat menarik agar masyarakat datang dan pindah secara mandiri.
- Ia menilai pendekatan transmigrasi perlu bergeser dari top-down menjadi berbasis inisiatif daerah dan pemberdayaan masyarakat lokal.
- Iftitah mencontohkan Batam dan menekankan pentingnya jalan, air, listrik, pendidikan, kesehatan, serta lapangan kerja dalam membangun kawasan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong perubahan paradigma dalam pembangunan kawasan transmigrasi.
Menurut Iftitah, pemerintah tidak perlu hanya mengandalkan anggaran untuk memindahkan penduduk dari Pulau Jawa ke daerah di luar Jawa. Kawasan justru harus dibuat menarik secara ekonomi dan menjanjikan kehidupan yang lebih baik agar masyarakat datang dan pindah secara mandiri.
"Jadi maksud saya, kalau kita membuat satu kawasan yang menarik, kita nggak perlu negara ini mengeluarkan uang hanya untuk mindahin orang dari Jawa ke luar Jawa. Kenapa? Orang akan datang sendiri karena ada satu kehidupan yang menjanjikan bagi penghidupan mereka," jelas Iftitah.
Hal itu disampaikan Iftitah usai menghadiri Mata Lokal Fest yang digelar Tribun Network dengan tema Restore Indonesia: Taking Care of What Sustains Us di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).
Dorong Transmigrasi dari Daerah Iftitah mengatakan pendekatan transmigrasi kini tidak lagi semestinya dilakukan secara top-down atau sepenuhnya ditentukan pemerintah pusat.
Menurutnya, program transmigrasi perlu berangkat dari inisiatif pemerintah daerah dengan mengutamakan pemberdayaan masyarakat setempat.
Ia mencontohkan kawasan Pulau Air Raja di Batam, Kepulauan Riau, yang menurutnya pada masa lalu lebih berorientasi pada pemindahan penduduk.
"Dulu kala sudah ada transmigrasi di Pulau Air Raja di Batam itu. Tapi modelling-nya tadi, menempatkan orang, selesai," ungkapnya.
Menurut Iftitah, pendekatan tersebut membuat tensi konflik sosial menurun dan minat masyarakat untuk menjadi bagian dari kawasan tersebut meningkat.
"Apa yang terjadi? Setelah konflik sosialnya hampir sekarang ini tensinya sangat rendah, per hari datang 300 orang ingin jadi warga Batam," kata Iftitah.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mentrans-jika-kawasan-menarik-orang-akan-pindah-mandiri-dan-negara-ad2f7941/.
Baca juga
Dari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai Tambah
Bima (ANTARA) - Pada musim panen, hamparan tambak garam di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, berubah menjadi bentangan putih yang menyilaukan mata. Kristal-kristal garam dikumpulkan, ditumpuk, lalu menunggu pembeli datang mengambilnya.
Faktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara keras
Jakarta (ANTARA) - Neurorolog di The Ohio State University Wexner Medical Center, Nick Andresen membagikan sejumlah faktor yang bisa mengganggu pendengaran selain disebabkan usia maupun paparan suara keras.
Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar
Kasus Korupsi di Kejaksaan Agung Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar Jaksa mengungkap empat perkara yang berkaitan dengan penerimaan uang Febrie Adriansyah dalam perkara pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Momen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 M
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah saling menyapa dan bersalaman dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung).