Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

PLN dan The Climate Group Teken MoU Kembangkan Produk Energi HijauBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

PLN dan The Climate Group Teken MoU Kembangkan Produk Energi Hijau

CNN Ekonomi 3 menit baca 627 kata
PLN dan The Climate Group Teken MoU Kembangkan Produk Energi Hijau — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

PT PLN (Persero) terus memperkuat pengembangan produk energi hijau melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan The Climate Group (RE100).

Penandatanganan ini berlangsung dalam agenda Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Selasa (6/10). Langkah kolaboratif ini dilakukan guna mendukung investasi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap energi berkelanjutan yang andal dan transparan.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa posisi strategis Indonesia dan besarnya potensi sumber daya domestik menjadi modal untuk menarik investasi hijau.

Menurutnya, kekayaan sumber energi terbarukan tersebut menjadi keunggulan Indonesia dalam membangun ekosistem energi berkelanjutan sekaligus membuka peluang investasi yang semakin luas.

"Kami adalah bangsa yang cinta damai, yang menarik investor dan sahabat dari berbagai penjuru dunia. Indonesia diberkahi geothermal. Indonesia diberkahi sinar matahari, sumber daya air, tenaga hidro. Kita memiliki banyak sumber energi yang merupakan bagian dari sektor berkelanjutan," ujar Hashim.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, potensi energi terbarukan Indonesia menjadi modal penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi.

Menurutnya, kolaborasi PLN dan The Climate Group menjadi langkah strategis dalam mendorong pengembangan produk energi ramah lingkungan sekaligus mengakomodir kebutuhan energi terbarukan perusahaan global dengan solusi energi hijau yang dikembangkan PLN.

"PLN tidak hanya menyediakan listrik, tetapi juga membangun ekosistem energi yang mampu menjawab kebutuhan investasi dan pertumbuhan industri. MoU dengan The Climate Group menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan global terhadap energi terbarukan dengan pengembangan solusi energi hijau di Indonesia. Melalui penyediaan energi yang andal, berkualitas, dan semakin hijau, PLN ingin mendukung investasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ucap Darmawan.

Darmawan menambahkan, kolaborasi ini juga didasari oleh kebutuhan energi hijau di Indonesia yang terus meningkat.

Pada 2025, jumlah pelanggan REC PLN mencapai 18.715 pelanggan dengan volume energi 6,43 TWh, meningkat dari 7.354 pelanggan dengan volume 5,38 TWh pada 2024. Permintaan tersebut antara lain berasal dari sektor pertambangan, manufaktur, kimia, pulp dan kertas, makanan, serta data center.

"Selain membutuhkan listrik yang andal, dunia usaha kini membutuhkan listrik yang semakin hijau, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara global. Kami ingin memastikan bahwa setiap kebutuhan energi hijau dari industri dapat kita jawab dengan solusi yang kredibel, sekaligus mengoptimalkan kekayaan energi terbarukan Indonesia guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Darmawan.

Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan, sebagai organisasi internasional yang mendorong penggunaan energi terbarukan dan menaungi lebih dari 400 perusahaan global melalui inisiatif RE100, kolaborasi bersama The Climate Group tentunya akan semakin memperkuat ekosistem energi hijau nasional sekaligus mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

"Melalui kemitraan kami dengan The Climate Group, kami bertujuan untuk memperkuat hubungan antara permintaan energi hijau yang terus tumbuh dan pengembangan solusi energi terbarukan di Indonesia, serta membuka peluang investasi baru," ujar Rozy.

Rozy melanjutkan, selain mencakup identifikasi kebutuhan energi terbarukan dari anggota RE100 yang telah beroperasi maupun berencana berinvestasi di Indonesia, melalui MoU ini, kedua pihak juga akan mengembangkan produk energi hijau lewat berbagai inisiatif.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pln-dan-the-climate-group-teken-mou-kembangkan-produk-energi-hijau-4ad235bc/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi