Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Ratusan Bank di China Tutup, Ada Apa?Alarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Ekonomi

Ratusan Bank di China Tutup, Ada Apa?

CNN Ekonomi 2 menit baca 309 kata
Ratusan Bank di China Tutup, Ada Apa? — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Ratusan bank di China tutup. Pemerintah tengah berupaya membentuk lebih sedikit bank dengan permodalan yang lebih kuat di tengah perlambatan ekonomi.

Sepanjang 2025, konsolidasi yang didorong kebijakan pemerintah tersebut membuat 670 bank ditutup. Angka itu setara dengan sekitar seperempat dari total bank di China.

Sebagian besar bank-bank kecil yang tutup itu beroperasi di wilayah pedesaan "China meningkatkan merger dan pembubaran bank untuk membentuk lebih sedikit lembaga keuangan, tetapi dengan ukuran, permodalan, dan kemampuan yang lebih kuat," kata analisis Fitch Ratings dikutip CNBC International, Senin (5/10).

Ficth mengatakan bank komersial kecil dan bank pedesaan masih menjadi bagian terlemah dalam sistem keuangan China.

Lembaga pemeringkat itu menyoroti kualitas aset yang buruk, permodalan yang rendah, serta masalah tata kelola, terutama di wilayah-wilayah China yang kurang berkembang.

Fitch mencatat tingkat pengembalian aset (return on assets/ROA) bank pedesaan turun menjadi 0,45 persen pada paruh pertama tahun ini, dari sebelumnya 0,56 persen pada 2021.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bank-bank tersebut naik menjadi 2,8 persen pada periode yang sama. Angka itu lebih tinggi dibandingkan rata-rata sektor perbankan sebesar 1,5 persen.

Menurut Fitch, langkah konsolidasi tersebut bertujuan memperkuat pengawasan, membatasi celah dalam penerapan aturan, serta meningkatkan transparansi.

Fitch menilai masalah yang terjadi pada bank-bank kecil kemungkinan tidak akan menimbulkan penularan ke seluruh sistem keuangan. Pasalnya, sebagian besar bank tersebut beroperasi secara lokal dan memiliki eksposur yang terbatas terhadap transaksi antarbank.

Lembaga pemeringkat tersebut menambahkan langkah konsolidasi pada akhirnya dapat mengubah persaingan di antara bank-bank kecil, meskipun kelemahan struktural mereka kemungkinan masih akan bertahan dalam jangka pendek.

Langkah China menutup ratusan bank kecil dilakukan di tengah berbagai tanda tekanan terhadap negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Produk domestik bruto (PDB) China tumbuh 4,3 persen pada kuartal II 2026, menjadi pertumbuhan paling lambat sejak 2022.

Sementara itu, laba industri tumbuh 4,2 persen secara tahunan pada Agustus (yoy), sekaligus menjadi pertumbuhan terlemah sepanjang tahun ini.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ratusan-bank-di-china-tutup-ada-apa-e7d11290/.

Baca juga

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara

Haji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi antar dua konglomerat, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik Low Tuck Kwong dengan PT Jhonlin Baratama milik Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam masih berlanjut.

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi