Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

7 Karya Maestro Indonesia yang Sering Dinyanyikan Ulang oleh Generasi MudaBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Lifestyle

7 Karya Maestro Indonesia yang Sering Dinyanyikan Ulang oleh Generasi Muda

Liputan6 Showbiz 4 menit baca 859 kata
7 Karya Maestro Indonesia yang Sering Dinyanyikan Ulang oleh Generasi Muda — gambar dari Liputan6 Showbiz
Gambar dari Liputan6 Showbiz. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Karya maestro Indonesia tak pernah benar-benar hilang dari panggung musik. Dari keroncong Bengawan Solo hingga pop Kangen, tujuh lagu ciptaan para maestro ini terus dibawakan ulang generasi muda dengan aransemen dan warna vokal yang segar.

Pola itu terlihat dari sejumlah proyek daur ulang. Pada Juni 2025, sepuluh musisi muda membawakan ulang sepuluh lagu Yovie Widianto. Yura Yunita juga menyanyikan ulang lagu Dewa 19 dalam rangkaian rilisan menuju perayaan 30 tahun grup tersebut.

Daftar ini disusun berdasarkan lagu yang tercatat dibawakan ulang musisi lain, lengkap dengan tahun penciptaan dan versi barunya. Urutannya kronologis, bukan peringkat. Berikut ulasan lengkap yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (7/10/2026).

1. Bengawan Solo, Keroncong Gesang yang Menembus Batas Negara Gesang Martohartono menulis Bengawan Solo pada 1940, saat berusia 23 tahun. Lagu ini sudah diterjemahkan ke 13 bahasa, termasuk Jepang, Inggris, Rusia, dan Mandarin. Jepang bahkan mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo pada 1983.

Di dalam negeri, keroncong ini tetap dijaga komunitas muda. Pada haul ke-12 Gesang, 20 Mei 2022, Komunitas Keroncong Muda Surakarta dijadwalkan tampil bersama Endah Laras dan Woro Mustiko. Gesang lahir di Solo pada 1 Oktober 1917 dan wafat pada 20 Mei 2010 di usia 92 tahun.

2. Rayuan Pulau Kelapa, Lagu Cinta Tanah Air Ismail Marzuki Rayuan Pulau Kelapa diciptakan Ismail Marzuki pada 1944. Lagu bertema cinta Tanah Air ini bahkan dipahatkan di batu nisan sang komponis di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ismail dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional pada 2004.

Generasi muda mengenalnya lewat berbagai versi baru. Endank Soekamti mengaransemen ulang lagu ini pada 2015. Versi itu menunjukkan bahwa lagu yang lahir di masa perjuangan masih bisa dibawakan dengan napas band masa kini.

3. Sepasang Mata Bola, Lagu Wajib Nasional yang Direkam Ulang Sepasang Mata Bola dirilis pada 1946. Lagu ini termasuk sembilan karya Ismail Marzuki yang dijadikan lagu wajib nasional. Ismail wafat pada 25 Mei 1958 di usia 44 tahun, tetapi ratusan lagunya terus hidup.

Sheila On 7 merekam ulang Sepasang Mata Bola pada 2014. Bagi pendengar yang tumbuh dengan pop-rock era 2000-an, versi tersebut menjadi pintu masuk menuju repertoar sang komponis.

4. Kupu-Kupu Malam, Potret Empati ala Titiek Puspa Kupu-Kupu Malam diciptakan Titiek Puspa pada 1977. Lagu ini mengisahkan kehidupan perempuan malam dengan pendekatan penuh empati, menjauh dari stigma negatif. Titiek Puspa wafat pada 10 April 2025 di usia 87 tahun setelah berkarya lebih dari enam dekade.

Pada 2005, Musica Studio's menggandeng musisi muda untuk album kompilasi From Us to U. Peterpan, yang kini berganti nama menjadi Noah, membawakan Kupu-Kupu Malam dengan aransemen baru. Album yang sama memuat Cinta oleh Rossa, Dansa Yo Dansa oleh Kahitna, dan Bimbi oleh Ungu.

5. Lilin-Lilin Kecil, Karya James F. Sundah yang Dinyanyikan Lintas Generasi James F. Sundah menulis Lilin-Lilin Kecil pada usia 21 tahun untuk Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors 1977. Lagu itu finis di peringkat kelima, lalu melambungkan nama Chrisye yang dipilih sebagai penyanyinya. Sundah wafat pada 7 Mei 2026 di New York, Amerika Serikat.

Menurut catatan Wikipedia, lagu ini sudah dibawakan ulang lebih dari lima puluh penyanyi dan grup. Chrisye sendiri merekamnya kembali pada 1992 dalam EP Cintamu Telah Berlalu. Karya Sundah juga dikemas ulang musisi muda, termasuk Fatin Shidqia Lubis, dalam album The Great Composers bersama lagu-lagu Oddie Agam.

6. Kangen, Warisan Dewa 19 dan Ahmad Dhani Kangen adalah lagu Dewa 19 yang dirilis sejak 1992. Lagu ini sudah punya tempat khusus di hati pencinta musik Indonesia, sehingga membawakannya ulang bukan pekerjaan ringan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/7-karya-maestro-indonesia-yang-sering-dinyanyikan-ulang-oleh-generasi-dbf7656a/.

Baca juga

Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi

Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…

Antara

Semua berita Lifestyle