Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika LatinBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Internasional

AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika Latin

CNN Internasional 5 menit baca 1015 kata
AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika Latin — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

AS Kerahkan Drone 'Hunter Killer' Buru Kartel Narkoba Amerika Latin CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 20:14 WIB Bagikan:

URL berhasil disalin Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat(AS) memindahkan sejumlah pesawat nirawak (drone) dari Afrika ke Kolombia dan Ekuador. Pemindahan ini menjadi tanda meningkatnya fokus pemerintahan Presiden Donald Trump dalam memerangi kartel narkoba di Amerika Latin.

Dua pejabat AS yang mengetahui keputusan tersebut mengatakan pemindahan drone dilakukan untuk mendukung peningkatan operasi militer terhadap kelompok penyelundup narkoba di kawasan tersebut. Keduanya meminta identitasnya dirahasiakan karena tidak berwenang berbicara secara terbuka mengenai operasi militer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Drone MQ-9 Reaper dikenal sebagai pesawat militer yang dapat melakukan pengawasan sekaligus serangan presisi. Pesawat ini pernah digunakan dalam operasi yang menewaskan Mayjen Qassim Suleimani, komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran, pada 2020.

Harga satu unit MQ-9 Reaper dapat mencapai US$50 juta. Jumlah drone jenis ini juga terbatas setelah sedikitnya 45 unit atau sekitar seperempat dari total armada AS hancur dalam berbagai konflik yang berkaitan dengan Iran.

Komandan militer tertinggi AS untuk sebagian besar wilayah Amerika Latin, Jenderal Francis L. Donovan, sebelumnya mengatakan Washington berencana memperluas operasi militer terhadap penyelundup narkoba. Operasi yang sebelumnya menyasar kapal disebut akan diperluas hingga serangan di darat.

Mantan diplomat AS, Francisco Palmieri, menilai pemindahan drone tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Trump serius memperluas operasi di kawasan.

"Namun, sebagai simbol politik, maknanya sangat jelas," kata Palmieri, yang ikut merumuskan strategi pemberantasan narkoba AS, termasuk pada masa jabatan pertama Trump. Ia juga pernah menjadi penjabat duta besar AS untuk Kolombia pada era Presiden Joseph R. Biden Jr.

Palmieri mengatakan dirinya tidak dapat menilai arti penempatan drone tersebut dari sisi operasional. Namun, menurut dia, langkah itu menunjukkan "komitmen untuk memperluas baik tingkat maupun jenis kerja sama yang ada." Peningkatan operasi militer AS terhadap penyelundup narkoba memicu kekhawatiran kelompok hak asasi manusia. Mereka khawatir serangan tersebut dapat membahayakan warga sipil.

Sejumlah analis juga mempertanyakan efektivitas strategi tersebut. Menurut mereka, membunuh anggota kelompok penyelundup, termasuk pemimpin mereka, tidak selalu dapat menghentikan perdagangan narkoba karena posisi yang kosong dapat segera digantikan orang lain.

MQ-9 Reaper memiliki kemampuan terbang lebih lama dan dapat membawa rudal serta bom dalam jumlah lebih besar dibandingkan pendahulunya, MQ-1 Predator.

Pesawat tersebut telah digunakan militer AS untuk menyerang kelompok ISIS dan Al-Qaeda di Timur Tengah serta Al-Shabaab di Afrika.

Bersambung ke halaman berikutnya....

Reaper dilengkapi kamera termal dan perangkat untuk menyadap komunikasi elektronik. Kemampuan tersebut membuatnya mendapat julukan "hunter-killer" atau pemburu sekaligus pembunuh.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-kerahkan-drone-hunter-killer-buru-kartel-narkoba-amerika-latin-589e52ca/.

Baca juga

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional