Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di DuniaBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Internasional

AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di Dunia

CNN Internasional 8 menit baca 1640 kata
AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di Dunia — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

AS Tarik Pesawat Bomber dari Inggris, Ini Peta Pangkalannya di Dunia CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 20:00 WIB Bagikan:

URL berhasil disalin Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikatmemiliki sejumlah pangkalan udara utama untuk mengoperasikan pesawat pengebom strategis. Pesawat-pesawat tersebut juga dikerahkan ke sejumlah pangkalan sekutu untuk menjalankan misi militer di berbagai wilayah.

Belasan pesawat pengebom B-1B Lancer milik AS meninggalkan RAF Fairford di Inggris pada Minggu (4/10) dan terbang kembali ke AS. Kepergian itu mengakhiri peran pangkalan tersebut sebagai salah satu titik peluncuran serangan AS terhadap Iran sejak 28 Februari.

RAF Fairford terletak sekitar 160 kilometer sebelah barat London. Pangkalan tersebut menjadi satu-satunya lapangan terbang Eropa milik Angkatan Udara AS yang dapat menampung pesawat pengebom berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Namun, keberadaan pesawat pengebom AS di Fairford mendapat perhatian setelah sejumlah orang ditangkap karena diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan tersebut. Selama dua minggu terakhir, enam orang ditangkap karena dicurigai melakukan "terorisme". Mereka semua dibebaskan dengan jaminan.

Pada 27 September, polisi Inggris menangkap lima pria karena diduga merencanakan penanaman bahan peledak di dekat Fairford. Polisi menemukan bensin di dalam van mereka, tetapi tidak menemukan alat peledak.

Kelima pria tersebut kemudian dibebaskan dengan jaminan. Polisi tetap melanjutkan penyelidikan terhadap mereka.

Polisi Inggris juga menangkap seorang warga negara Inggris-Iran berusia 25 tahun di London pada Kamis. Ia diduga merencanakan serangan terhadap pangkalan udara tersebut dan kemudian dibebaskan dengan jaminan pada 3 Oktober.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan Iran diduga memiliki kaitan dengan rencana serangan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan Iran.

Iran membantah tuduhan tersebut. Pemerintah Iran juga memanggil duta besar Inggris di Teheran untuk memprotes penangkapan tersebut.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pemindahan pesawat pengebom dari Fairford dilakukan karena adanya ancaman yang berkaitan dengan Iran.

"Kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin (5/10).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan rotasi pesawat pengebom merupakan hal yang biasa. Ia juga mengatakan yakin terhadap keamanan pangkalan AS.

Pangkalan utama pesawat pengebom AS Angkatan Udara AS saat ini mengoperasikan tiga jenis pesawat pengebom, yakni B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, serta jenis ke-empat dalam pengembangan, yaitu B-2 Spirit. AS juga sedang mengembangkan pesawat pengebom generasi baru, B-21 Raider.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-tarik-pesawat-bomber-dari-inggris-ini-peta-pangkalannya-di-dunia-4806f1a9/.

Baca juga

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional