Bukan Cuma Kampas, Komponen Ini Bisa Bikin Rem Motor Blong
Liputan6.com, Jakarta - Sistem pengereman menjadi salah satu komponen keselamatan paling vital pada sepeda motor. Seberapa besar pun performa mesin yang dihasilkan, risiko kecelakaan tetap mengintai apabila kendaraan tidak mampu berhenti dengan aman.
Dalam melakukan perawatan, pemilik sepeda motor umumnya lebih memperhatikan kondisi kampas rem maupun piringan cakram. Padahal, terdapat komponen lain yang tidak kalah penting, yakni minyak rem.
Dilansir dari laman Daihatsu, Rabu (7/10/2026), minyak rem memiliki peran penting dalam sistem pengereman hidrolik modern, termasuk pada sepeda motor yang menggunakan sistem rem standar, Combined Braking System (CBS), maupun Anti-lock Braking System (ABS).
Minyak rem berfungsi sebagai media untuk meneruskan tekanan hidrolik dari master rem di bagian setang menuju kaliper yang berada di roda.
Ketika tuas rem ditekan, tekanan tersebut diteruskan melalui minyak rem untuk mendorong piston pada kaliper. Piston kemudian menekan kampas rem ke piringan cakram sehingga putaran roda dapat diperlambat hingga kendaraan berhenti.
Kemampuan tersebut berkaitan dengan sifat cairan yang sulit dimampatkan. Karena itu, tekanan dari tuas rem dapat diteruskan secara efektif ke bagian pengereman di roda.
Sebaliknya, ketika kualitas minyak rem sudah menurun, proses transfer tekanan hidrolik dapat terganggu.
Kondisi tersebut bisa membuat respons pengereman berubah, seperti tuas terasa terlalu keras atau justru harus ditarik lebih dalam agar motor dapat berhenti dengan optimal.
Minyak Rem Bisa Menyerap Air Salah satu karakteristik minyak rem yang perlu diperhatikan adalah sifat higroskopis. Artinya, cairan tersebut memiliki kemampuan menyerap uap air dari udara.
Meskipun sistem pengereman dirancang dalam kondisi tertutup, kandungan air tetap dapat masuk dalam jumlah kecil melalui celah pada seal maupun selang seiring pemakaian dan bertambahnya usia kendaraan.
Kandungan air yang semakin tinggi di dalam minyak rem dapat menurunkan kinerjanya. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan masalah pada komponen pengereman.
Salah satunya adalah korosi pada komponen logam, termasuk piston kaliper. Jika dibiarkan, korosi dapat mengganggu pergerakan piston dan menyebabkan sistem pengereman tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Waspadai Vapor Lock yang Bisa Bikin Rem Blong Bahaya lain dari minyak rem yang telah terkontaminasi air adalah munculnya fenomena vapor lock.
Kondisi ini dapat terjadi ketika sepeda motor digunakan untuk pengereman berat secara berulang, misalnya saat melewati turunan panjang. Gesekan antara kampas rem dan cakram menghasilkan panas yang kemudian merambat ke sistem pengereman.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bukan-cuma-kampas-komponen-ini-bisa-bikin-rem-motor-blong-016ffd3e/.
Baca juga
Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026
Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026 Meet & Greet bersama Marc Marquez digelar di Fairmont Hotel, Jakarta, Selasa (6/10/2026), menjelang MotoGP Mandalika 2026.
League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen Asia
Liputan6.com, Jakarta - League Cup 2026/2027 diproyeksikan melampaui sekadar turnamen tambahan. Ajang yang diikuti 38 klub ini disiapkan sebagai jalan bagi tim Indonesia untuk mendapat kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.
PSSI harapkan League Cup munculkan pemain potensial perkuat timnas
Jakarta (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengharapkan League Cup 2026/2027 memunculkan pemain-pemain potensial yang bisa memperkuat Timnas Indonesia.
Pedro Resmi Pensiun usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026
Pedro Rodriguez resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola Rabu (7/10), beberapa hari setelah bertugas dalam FIFA ASEAN Cup 2026.