Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

BYD Punya Cara Baru Mendinginkan BateraiBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Olahraga

BYD Punya Cara Baru Mendinginkan Baterai

Liputan6 Otomotif 2 menit baca 446 kata
BYD Punya Cara Baru Mendinginkan Baterai — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - BYD kembali mengembangkan teknologi di sektor penyimpanan energi. Pabrikan otomotif asal China tersebut resmi mendaftarkan paten terbaru untuk sistem penyimpanan energi atau Battery Energy Storage System (BESS).

Dilansir dari CarNewsChina, Rabu (7/10/2026), paten tersebut mengusung desain kabinet baterai dengan teknologi immersion cooling atau pendingin rendam. Dalam sistem ini, modul sel baterai direndam langsung di dalam cairan khusus yang bersifat dielektrik atau tidak menghantarkan listrik.

Paten dengan nomor CN 122868832 A tersebut telah diterbitkan oleh Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China (CNIPA).

Teknologi yang dikembangkan BYD ini berupaya menjawab salah satu tantangan utama dalam sistem pendingin rendam, yakni bagaimana menyalurkan koneksi listrik dari modul baterai yang berada di dalam cairan menuju komponen kelistrikan dalam kondisi kering tanpa meningkatkan risiko kebocoran.

Dalam rancangan tersebut, BYD membagi kabinet baterai menjadi dua bagian utama. Kompartemen bawah digunakan sebagai ruang basah yang berisi modul sel baterai, sedangkan bagian atas menjadi ruang kering untuk menempatkan komponen kelistrikan.

Modul baterai di bagian bawah direndam sepenuhnya menggunakan cairan dielektrik berbasis hidrokarbon atau ester. Cairan tersebut tidak menghantarkan listrik sehingga dapat bersentuhan langsung dengan komponen baterai.

Konsep ini memungkinkan panas dari sel baterai berpindah langsung ke cairan pendingin. Dengan jalur pelepasan panas yang lebih pendek, temperatur baterai berkapasitas besar dapat dikendalikan secara lebih optimal.

Sementara itu, kompartemen atas menampung berbagai perangkat kontrol dan komponen kelistrikan utama yang tidak ikut terendam cairan.

Jalur Kabel Dirancang untuk Kurangi Risiko Kebocoran Salah satu bagian menarik dari paten BYD adalah rancangan jalur koneksi listrik antara ruang basah dan ruang kering.

Kabel dari modul baterai diarahkan terlebih dahulu ke bagian atas kabinet sebelum memasuki kompartemen kering. Titik sambungan listrik ditempatkan pada posisi paling atas.

Desain tersebut bertujuan mengurangi tekanan hidrostatik cairan yang bekerja pada area seal atau penyekat. Dengan begitu, tekanan terhadap bagian penutup dapat diminimalkan sehingga potensi kebocoran cairan dielektrik dapat ditekan.

Pendekatan ini sekaligus memungkinkan BYD mempertahankan keunggulan sistem pendingin rendam tanpa mengabaikan aspek keselamatan kelistrikan.

Meski BYD dikenal luas sebagai produsen kendaraan listrik, paten CN 122868832 A ini tidak ditujukan untuk baterai kendaraan penumpang.

Rancangan tersebut secara khusus difokuskan untuk sistem penyimpanan energi stasioner skala industri. Teknologi ini dapat digunakan pada BESS yang membutuhkan pengelolaan temperatur baterai berkapasitas besar.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/byd-punya-cara-baru-mendinginkan-baterai-2a7560e0/.

Baca juga

League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen Asia

Liputan6.com, Jakarta - League Cup 2026/2027 diproyeksikan melampaui sekadar turnamen tambahan. Ajang yang diikuti 38 klub ini disiapkan sebagai jalan bagi tim Indonesia untuk mendapat kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.

Liputan6 Bola

Semua berita Olahraga