Dianggap Berbahaya, Regulator Inggris Selidiki Fitur Instagram Instants
Liputan6.com, Jakarta - Ofcom, regulator komunikasi Inggris, tengah menyelidiki Meta terkait peluncuran fitur Instagram Instants. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirim foto yang akan menghilang setelah dilihat.
Dikutip dari BBC, Rabu (7/10/2026), Ofcom menilai Meta mungkin belum memenuhi kewajibannya berdasarkan Online Safety Act karena tidak melakukan penilaian risiko yang cukup sebelum Instants diluncurkan.
“Perubahan signifikan pada platform harus dinilai risikonya sebelum diluncurkan,” ujar Direktur Penegakan Ofcom, George Lusty.
Investigasi ini akan menentukan apakah Meta sudah melakukan illegal content risk assessment dan children's risk assessment sebelum menghadirkan Instants kepada pengguna.
Berdasarkan aturan keamanan online Inggris, platform seperti Meta wajib melakukan penilaian risiko dan memperbaruinya secara berkala.
Aturan ini mencakup upaya menangani konten ilegal di dalam layanan mereka. Platform juga harus menunjukkan langkah yang diambil untuk mencegah anak-anak menemukan konten yang dianggap berbahaya.
Konten yang berbahaya meliputi pornografi, konten yang mendorong self-harm atau bunuh diri, serta materi kasar, penuh kebencian, dan perundungan.
Ofcom menaruh perhatian pada karakteristik Instants yang membuat foto menghilang setelah dilihat. Fitur semacam ini sebelumnya juga disebut memiliki risiko tertentu bagi pengguna anak dan remaja.
Meta Membantah Tudingan Ofcom Meta membantah telah mengabaikan kewajiban regulasi. Perusahaan mengatakan sudah melakukan analisis risiko dan beberapa kali memberikan informasi kepada Ofcom sebelum Instants diluncurkan.
Instagram memperkenalkan Instants pada Mei 2026 sebagai cara untuk membagikan foto secara spontan. Foto yang dikirim hanya bisa dilihat oleh pengguna yang masuk daftar close friends atau akun yang saling mengikuti.
Meta juga menyediakan sejumlah perlindungan untuk fitur ini, terutama bagi pengguna dengan Teen Accounts.
Perlindungan itu mencakup pencegahan screenshot, fitur membagikan ulang, dan meneruskan foto.
Pentingnya Aspek Keamanan Pengguna Meski begitu, Ofcom ingin memastikan aspek keamanan sudah diperhitungkan sebelum Instants tersedia bagi pengguna.
Lusty menegaskan prinsip keamanan perlu dibangun sejak awal, bukan baru ditambahkan setelah sebuah fitur diluncurkan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dianggap-berbahaya-regulator-inggris-selidiki-fitur-instagram-instants-e538a20c/.
Baca juga
Pembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia perlu mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Komdigi Bangun 'Jembatan' Satu Data, Perlinsos Diperluas Tahun Ini
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut Komdigi telah menyiapkan jembatan untuk Satu Data Indonesia. Mereka menyiapkan sistem penghubung yang disebut SPLP atau Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.
GPT-6 Astra Kalah Telak Adu Starcraft Lawan Bot: Lalu Berbuat Curang
Model kecerdasan buatan (AI) besutan OpenAI, GPT-6 Astra, tertangkap basah melakukan kecurangan saat bertanding dalam kompetisi bot StarCraft di platform StarSkirmish.
Microdrama Adikku Merebut Suamiku di VShort: Dikhianati Saudara Kandung, Sophie Nekat Balas Dendam!
JAKARTA – V+Short menghadirkan microdrama berbasis AI terbaru berjudul “Adikku Merebut Suamiku”. Download V+Short dengan klik link di sini. Dari judulnya saja, cerita ini sudah bikin penasaran.