Pertama di Indonesia, Huawei Watch GT 7 Series Bisa Transaksi QRIS secara Offline
Liputan6.com, Jakarta - Huawei Watch GT 7 Series hadir di Indonesia pada 7 Oktober 2026 dengan membawa fitur pendukung produktivitas olahraga serta kesehatan secara lengkap.
Menariknya, kali ini Huawei berkolaborasi bersama platform pembayaran digital LinkAja untuk menghadirkan sistem transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa memerlukan jaringan internet atau pun ponsel.
“Kini, semua merchant lokal mendukung kemudahan transaksi pembelian menggunakan QRIS. Namun, akan menjadi kendala ketika ponsel tertinggal karena tidak dapat melakukan transaksi,” ungkap Yogi Rizkian Bahar, CEO dari LinkAja dalam acara Launching Product Huawei Watch GT 7 Series di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Yogi menyebut inovasi ini hadir sebagai solusi dari kendala tersebut. Melalui Huawei Watch GT 7 Series, pengguna dapat melakukan transaksi di merchant tanpa khawatir saat ponsel maupun dompet tertinggal.
“Fitur ini sudah dapat dimanfaatkan di berbagai jaringan merchant ritel nasional besar, seperti Indomaret, KFC, Lawson, DAN + DAN hingga Alfamidi,” ia menjelaskan.
Sementara itu, Yogi turut mengungkapkan rasa bangganya terhadap arsitektur coding QRIS di dalam smartwatch itu digarap sepenuhnya oleh pengembang asal Indonesia.
“Kehebatan lainnya adalah inovasi membayar QRIS secara offline di smartwatch ini menjadi yang pertama di Indonesia, karena biasanya hanya bisa online dan perlu terhubung dengan Bluetooth,” ujar Yogi bangga.
Cara Kerjanya Pengguna nanti hanya perlu membuka aplikasi LinkAja di dalam smartwatch dan akan langsung muncul kode QR tanpa perlu memasukkan PIN.
Input PIN hanya dilakukan sekali pada saat awal set up, sehingga seterusnya bisa melakukan transaksi tanpa perlu memasukkan PIN lagi.
Saat bertransaksi di kasir, pengguna cukup menyorotkan kode QRIS yang tampil di layar jam. Informasi mengenai kecukupan saldo pengguna juga akan langsung terkonfirmasi di sistem kasir.
Keamanan Terjamin Pengguna tidak perlu khawatir jika jam tangan hilang atau berpindah tangan. Selama jam tangan terus menempel di pergelangan tangan yang sama, pengguna bisa bertransaksi langsung tanpa repot mengetik PIN berulang kali.
Namun, berkat sensor pintar dari Huawei, jam tangan secara otomatis akan mengunci perangkat ketika terlepas dari pergelangan tangan baik karena tidak sengaja dilepas, dipinjamkan, maupun dicuri.
Terlebih, jam tangan akan meminta verifikasi PIN ulang begitu dipasangkan kembali ke tangan lain.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pertama-di-indonesia-huawei-watch-gt-7-series-bisa-transaksi-qris-72c188fd/.
Baca juga
Pembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia perlu mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Komdigi Bangun 'Jembatan' Satu Data, Perlinsos Diperluas Tahun Ini
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut Komdigi telah menyiapkan jembatan untuk Satu Data Indonesia. Mereka menyiapkan sistem penghubung yang disebut SPLP atau Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.
GPT-6 Astra Kalah Telak Adu Starcraft Lawan Bot: Lalu Berbuat Curang
Model kecerdasan buatan (AI) besutan OpenAI, GPT-6 Astra, tertangkap basah melakukan kecurangan saat bertanding dalam kompetisi bot StarCraft di platform StarSkirmish.
Microdrama Adikku Merebut Suamiku di VShort: Dikhianati Saudara Kandung, Sophie Nekat Balas Dendam!
JAKARTA – V+Short menghadirkan microdrama berbasis AI terbaru berjudul “Adikku Merebut Suamiku”. Download V+Short dengan klik link di sini. Dari judulnya saja, cerita ini sudah bikin penasaran.