Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

YouTube Luncurkan Shorts Series untuk Dorong Tren Micro-DramaBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Lifestyle

YouTube Luncurkan Shorts Series untuk Dorong Tren Micro-Drama

Liputan6 Tekno 2 menit baca 348 kata
YouTube Luncurkan Shorts Series untuk Dorong Tren Micro-Drama — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - YouTube meluncurkan fitur Shorts Series untuk mengikuti tren micro-drama yang mulai berkembang di platform.

Fitur ini memungkinkan kreator menyusun video pendek menjadi cerita yang berurutan.

“Shorts Series dibuat agar penonton lebih mudah mengikuti cerita bersambung. Fitur itu memungkinkan kreator menyusun Shorts mereka menjadi satu alur cerita yang sifatnya berurutan,” ujar Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, Rabu (7/10/2026) di Jakarta.

Veronica menjelaskan micro-drama merupakan serial drama pendek dengan cerita yang berlanjut dari satu video ke video berikutnya. Setiap episode biasanya dibuat menggantung agar penonton tertarik melanjutkan ke bagian berikutnya.

Tren ini membuat format video pendek tidak hanya digunakan untuk menyampaikan satu cerita dalam satu unggahan. Kreator juga bisa membangun alur yang lebih panjang melalui beberapa episode.

YouTube kemudian meluncurkan Shorts Series pada akhir September 2026. Fitur tersebut memungkinkan kreator menggabungkan Shorts menjadi satu rangkaian cerita yang tersusun secara berurutan.

“Dengan susunan ini, penonton dapat lebih mudah menemukan episode dalam satu cerita. Mereka juga tidak perlu mencari setiap video secara terpisah untuk mengetahui kelanjutan alurnya,” Veronica menambahkan.

Shorts Series Beri Ruang Tumbuh Kreator Bagi kreator, Shorts Series memberikan ruang untuk mengembangkan cerita menggunakan format video pendek. Setiap episode bisa dibuat dengan fokus dan durasi yang sesuai kebutuhan cerita.

Kehadiran fitur ini tidak hanya ditujukan untuk kreator dan penonton. Shorts Series juga membuka format baru bagi brand dengan keinginan mengikuti tren konten yang sedang diminati audiens Indonesia.

Selain micro-drama, YouTube tetap menyediakan berbagai format seperti Shorts, live streaming, dan video berdurasi panjang.

“Pilihan format tersebut memberi kebebasan kepada kreator untuk menentukan bentuk konten sesuai karakter masing-masing,” ucap Veronica.

Tren Micro-Drama di Indonesia Kehadiran Shorts Series membuat video pendek bisa dikemas dalam cerita yang lebih panjang.

Format ini juga memberi cara baru bagi kreator untuk mendorong penonton mengikuti konten secara berkelanjutan.

Bagi penonton, rangkaian episode yang tersusun dalam satu alur membuat pengalaman menonton micro-drama lebih praktis. Mereka bisa mengikuti cerita tanpa harus mencari urutan video secara manual.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/youtube-luncurkan-shorts-series-untuk-dorong-tren-micro-drama-b47cc53e/.

Baca juga

Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi

Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…

Antara

Semua berita Lifestyle