Dunia Sempat Khawatir RI Babat 3 Juta Hektare Hutan Demi Swasembada Pangan
Liputan6.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kekhawatiran sejumlah negara terhadap upaya pencapaian swasembada pangan Indonesia yang sempat diperkirakan bakal merusak kawasan hutan. Namun, ia memastikan target swasembada pangan nasional kini berhasil direalisasikan tanpa harus menebang hutan.
Hashim mengisahkan, ketika program swasembada pangan masih dalam tahap perencanaan dua tahun lalu, hasil perhitungan menunjukkan perlunya pembukaan sekitar 2 hingga 3 juta hektare sawah baru. Rencana tersebut mendatangkan kecemasan dari berbagai negara dan lembaga non-pemerintah (NGO).
"Waktu itu dihitung-hitung perlu 2 juta sampai 3 juta hektare tambahan sawah di Merauke, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Ini menimbulkan kecemasan dan rasa gelisah di kalangan dunia internasional," ungkap Hashim dalam acara di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Di London, New York, Hong Kong, hingga Tokyo, semua cemas. LSM dan NGO khawatir jangan-jangan Pemerintah Indonesia akan kembali menebang hutan primer," lanjutnya.
Adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan sekaligus menepis kecemasan global tersebut. Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mampu mendorong capaian ini berjalan mulus, bahkan tiga tahun lebih cepat dari target awal.
"Seharusnya Pak Prabowo memberikan target hingga 2029 kepada Pak Amran. Ternyata Kementerian Pertanian sudah bisa melaksanakannya tiga tahun lebih awal," kata Hashim.
Keberhasilan swasembada tersebut dibuktikan dengan posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menyentuh angka 5,3 juta ton. Hashim menegaskan, pencapaian ini diraih tanpa ada alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan sawah baru.
"Pak Amran sudah memutuskan dan saya yang mengumumkan bahwa pemerintah tidak perlu lagi melakukan perluasan lahan sawah 2 hingga 3 juta hektare seperti yang diumumkan dua tahun lalu. Kita sudah berhasil mencapai swasembada pangan," jelasnya.
Diapresiasi Dunia Internasional Hashim menambahkan, negara-negara yang sebelumnya menaruh kekhawatiran kini berbalik memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas keberhasilan menjamin ketersediaan pangan rakyat, khususnya beras.
"Kemarin saya umumkan dan saya sangat bangga, pemerintah kita mendapat pujian luar biasa dari London, New York, dan berbagai pihak lainnya karena tidak perlu lagi memperluas lahan sawah untuk program cetak sawah maupun swasembada," tuturnya.
"Kita sudah swasembada tahun ini, bahkan menjadi negara pengekspor beras. Ini merupakan suatu prestasi luar biasa yang berhasil dicapai," imbuh Hashim.
Obsesi Prabowo Terhadap Swasembada Pangan Lebih lanjut, Hashim menyebutkan bahwa obsesi Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar swasembada pangan banyak dipengaruhi oleh filosofi Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama stabilitas nasional.
"Selain ketahanan energi, Pak Prabowo dari dulu sangat terobsesi (fixated) dengan ketahanan pangan," jelas Hashim.
Ia mengungkapkan, Prabowo memetik pelajaran penting dari era Soeharto bahwa kecukupan pangan adalah kunci ketenangan masyarakat.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dunia-sempat-khawatir-ri-babat-3-juta-hektare-hutan-demi-swasembada-e6d63bf2/.
Baca juga
Masih Catat Transaksi Manual? Saatnya Kenalan dengan Accurate Biar Laporan Rapi
Mencatat transaksi dan menyusun laporan secara manual memang terasa aman di awal, sampai jumlah transaksi bertambah dan angka mulai sulit dilacak.
Masih Hitung Manual? 7 Skill Excel Ini Bikin Laporan Keuangan Lebih Cepat
Menghitung ulang angka karena satu sel salah rumus itu melelahkan, apalagi kalau laporan harus selesai hari ini.
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global Angka kelaparan Indonesia turun hingga 6,3 persen. FAO menyebutnya signifikan, tetapi tantangan makanan sehat masih menanti.
Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel
Konflik Iran Vs Israel Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel Besarnya dana menjadi sorotan karena Iran sendiri sedang menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kuat dari Amerika Serikat (AS).