Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Dunia Sempat Khawatir RI Babat 3 Juta Hektare Hutan Demi Swasembada PanganBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

Dunia Sempat Khawatir RI Babat 3 Juta Hektare Hutan Demi Swasembada Pangan

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 510 kata
Dunia Sempat Khawatir RI Babat 3 Juta Hektare Hutan Demi Swasembada Pangan — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan kekhawatiran sejumlah negara terhadap upaya pencapaian swasembada pangan Indonesia yang sempat diperkirakan bakal merusak kawasan hutan. Namun, ia memastikan target swasembada pangan nasional kini berhasil direalisasikan tanpa harus menebang hutan.

Hashim mengisahkan, ketika program swasembada pangan masih dalam tahap perencanaan dua tahun lalu, hasil perhitungan menunjukkan perlunya pembukaan sekitar 2 hingga 3 juta hektare sawah baru. Rencana tersebut mendatangkan kecemasan dari berbagai negara dan lembaga non-pemerintah (NGO).

"Waktu itu dihitung-hitung perlu 2 juta sampai 3 juta hektare tambahan sawah di Merauke, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Ini menimbulkan kecemasan dan rasa gelisah di kalangan dunia internasional," ungkap Hashim dalam acara di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

"Di London, New York, Hong Kong, hingga Tokyo, semua cemas. LSM dan NGO khawatir jangan-jangan Pemerintah Indonesia akan kembali menebang hutan primer," lanjutnya.

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini menjelaskan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan sekaligus menepis kecemasan global tersebut. Menurutnya, kinerja Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mampu mendorong capaian ini berjalan mulus, bahkan tiga tahun lebih cepat dari target awal.

"Seharusnya Pak Prabowo memberikan target hingga 2029 kepada Pak Amran. Ternyata Kementerian Pertanian sudah bisa melaksanakannya tiga tahun lebih awal," kata Hashim.

Keberhasilan swasembada tersebut dibuktikan dengan posisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang menyentuh angka 5,3 juta ton. Hashim menegaskan, pencapaian ini diraih tanpa ada alih fungsi kawasan hutan menjadi lahan sawah baru.

"Pak Amran sudah memutuskan dan saya yang mengumumkan bahwa pemerintah tidak perlu lagi melakukan perluasan lahan sawah 2 hingga 3 juta hektare seperti yang diumumkan dua tahun lalu. Kita sudah berhasil mencapai swasembada pangan," jelasnya.

Diapresiasi Dunia Internasional Hashim menambahkan, negara-negara yang sebelumnya menaruh kekhawatiran kini berbalik memberikan apresiasi tinggi kepada Indonesia atas keberhasilan menjamin ketersediaan pangan rakyat, khususnya beras.

"Kemarin saya umumkan dan saya sangat bangga, pemerintah kita mendapat pujian luar biasa dari London, New York, dan berbagai pihak lainnya karena tidak perlu lagi memperluas lahan sawah untuk program cetak sawah maupun swasembada," tuturnya.

"Kita sudah swasembada tahun ini, bahkan menjadi negara pengekspor beras. Ini merupakan suatu prestasi luar biasa yang berhasil dicapai," imbuh Hashim.

Obsesi Prabowo Terhadap Swasembada Pangan Lebih lanjut, Hashim menyebutkan bahwa obsesi Presiden Prabowo Subianto dalam mengejar swasembada pangan banyak dipengaruhi oleh filosofi Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang menempatkan ketahanan pangan sebagai fondasi utama stabilitas nasional.

"Selain ketahanan energi, Pak Prabowo dari dulu sangat terobsesi (fixated) dengan ketahanan pangan," jelas Hashim.

Ia mengungkapkan, Prabowo memetik pelajaran penting dari era Soeharto bahwa kecukupan pangan adalah kunci ketenangan masyarakat.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dunia-sempat-khawatir-ri-babat-3-juta-hektare-hutan-demi-swasembada-e6d63bf2/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi