Kawal Sampai Tuntas, Once Mekel Siap Pasang Badan Demi RUU Hak Cipta
Kawal Sampai Tuntas, Once Mekel Siap Pasang Badan Demi RUU Hak Cipta Tidak hanya memperjuangkan nasib musisi, draf baru RUU ini dirancang komprehensif untuk melindungi seluruh ekosistem pekerja kreatif.
- Once Mekel tegaskan komitmennya mengawal ketat pembahasan RUU Hak Cipta bersama pemerintah demi perlindungan seniman.
- Perlindungan RUU Hak Cipta mencakup musisi, sineas, perupa, penulis, hingga jurnalis yang menggerakkan ekonomi kreatif.
- RUU ini juga mengatur perlindungan karya di platform digital, royalti, serta regulasi penggunaan teknologi AI.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan Rancangan Undang-Undang tentang Hak Cipta (RUU Hak Cipta) kini memasuki babak krusial. Sebagai musisi yang kini duduk di kursi parlemen, Once Mekel dengan tegas menyatakan siap pasang badan untuk mengawal pembahasan regulasi ini bersama pemerintah.
Tidak hanya memperjuangkan nasib musisi, draf baru ini dirancang komprehensif untuk melindungi seluruh ekosistem pekerja kreatif, mulai dari sineas, perupa, penulis, hingga jurnalis, di tengah gempuran era digital dan kecerdasan buatan (AI).
"Perjalanan RUU ini tidak singkat. Sepanjang proses itu, kita mendengar suara dari berbagai pemangku kepentingan," ucap Once Mekel saat dihubungi awak media, Rabu (7/10/2026).
"Mulai dari musisi, pelaku pertunjukan, sastrawan, perupa, penerbit, promotor, akademisi, hingga pemilik platform digital," sambungnya.
Menurut Once, berbagai masukan tersebut akan menjadi bagian penting dalam pembahasan tingkat I bersama pemerintah.
Ia menegaskan setiap detail dalam draf RUU Hak Cipta perlu dikawal agar aturan yang nantinya lahir benar-benar mampu melindungi seluruh ekosistem industri kreatif.
Once menekankan bahwa RUU Hak Cipta tidak hanya ditujukan untuk kepentingan musisi.
skahnya, perupa di studionya, sineas di lokasi syuting, penari di panggung," bebernya.
"Mereka menggerakkan ekonomi kreatif dan membentuk identitas budaya kita," kata Once.
RUU Hak Cipta juga disiapkan untuk menjawab perkembangan teknologi digital saat ini, terutama yang bersentuhan dengan segala karya cipta.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kawal-sampai-tuntas-once-mekel-siap-pasang-badan-demi-ruu-hak-cipta-8ad5e886/.
Baca juga
Dari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai Tambah
Bima (ANTARA) - Pada musim panen, hamparan tambak garam di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, berubah menjadi bentangan putih yang menyilaukan mata. Kristal-kristal garam dikumpulkan, ditumpuk, lalu menunggu pembeli datang mengambilnya.
Faktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara keras
Jakarta (ANTARA) - Neurorolog di The Ohio State University Wexner Medical Center, Nick Andresen membagikan sejumlah faktor yang bisa mengganggu pendengaran selain disebabkan usia maupun paparan suara keras.
Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar
Kasus Korupsi di Kejaksaan Agung Jaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 Miliar Jaksa mengungkap empat perkara yang berkaitan dengan penerimaan uang Febrie Adriansyah dalam perkara pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Momen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 M
Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah saling menyapa dan bersalaman dengan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung).