OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional
OJK Setujui Dua Perusahaan Gadai Perluas Wilayah Usaha ke Nasional Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yakni PT Gadai Mulia Sejahtera dan PT Solusi Gadai Pintar.
Kabar ini disampaikan OJK dalam siaran pers pada Rabu (30/9/2026). OJK menyebut langkah tersebut bagian dari upaya mendorong industri pergadaian yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui peningkatan kapasitas usaha serta perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat.
Persetujuan untuk PT Gadai Mulia Sejahtera diberikan melalui Surat OJK Nomor S-79/PL.02/2026 tanggal 18 September 2026. Sementara itu, PT Solusi Gadai Pintar memperolehnya lewat Surat OJK Nomor S-80/PL.02/2026 tanggal 21 September 2026.
Persetujuan diberikan setelah kedua perusahaan memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen perizinan sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 39 Tahun 2024 tentang Pergadaian, sebagaimana diubah dengan POJK Nomor 29 Tahun 2025.
Dengan persetujuan itu, kedua perusahaan dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Indonesia. Meski begitu, OJK mengingatkan mereka tetap harus mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta prinsip tata kelola yang baik.
Sebelumnya, OJK telah lebih dulu memberikan persetujuan serupa kepada empat perusahaan pergadaian swasta, yaitu PT Gadai Mas Nusantara, PT Gadai Sakti Indonesia (d/h PT Gadai Sakti Jakarta), PT Pusat Gadai Indonesia, dan PT Gadai Elektronik Jakarta.
Kehadiran perusahaan-perusahaan berskala nasional itu, menurut OJK, melengkapi ekosistem industri pergadaian di dalam negeri. Mereka berdampingan dengan PT Pegadaian (Persero) yang sudah lebih dulu beroperasi secara nasional untuk melayani kebutuhan pembiayaan masyarakat di seluruh pelosok negeri.
OJK menambahkan, saat ini masih ada sejumlah perusahaan gadai yang telah mengajukan permohonan dan sedang dalam proses perizinan untuk meningkatkan lingkup usaha menjadi nasional.
Perluasan wilayah usaha ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas usaha perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi masyarakat di berbagai daerah. Langkah ini juga sejalan dengan upaya OJK memperkuat industri pergadaian lewat peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya.
Pinjaman Tumbuh Lebih dari 50% OJK mencatat, penyaluran pinjaman industri pergadaian pada Juli 2026 tumbuh 50,73% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp160,78 triliun, dengan tingkat risiko kredit yang terjaga.
Pinjaman terbesar disalurkan dalam bentuk produk Gadai, yakni sebesar Rp136,39 triliun.
Dari sisi pendanaan, sumber dana industri pergadaian pada Juli 2026 mencapai Rp126,93 triliun, naik 65,71% yoy. Rinciannya, pendanaan berasal dari pinjaman yang diterima sebesar Rp111,46 triliun (87,81%) dan surat berharga yang diterbitkan sebesar Rp15,47 triliun (12,19%).
Ke depan, OJK menyatakan akan terus mendorong pengembangan industri pergadaian yang sehat, transparan, dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan inklusi keuangan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal di seluruh Indonesia.
(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ojk-setujui-dua-perusahaan-gadai-perluas-wilayah-usaha-ke-nasional-081ce3c7/.
Baca juga
Wanti-wanti Pengusaha Jelang Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan catatan jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang.
Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional.
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kunjungan kerja ke Swiss. AHY bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin.
Astra Dampingi Desa Gede Pangrango Kembangkan Wisata dan UMKM Lokal
Perjalanan pengembangan Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango dilakukan melalui kolaborasi masyarakat bersama berbagai pihak. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra dari PT Astra International Tbk ("Astra") yang mendampingi pengembangan potensi desa melalui bidang…