Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Punya Pabrik Baterai, Hyundai 'Tak Masalah' TKDN EV di RI Naik 60%Bene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Olahraga

Punya Pabrik Baterai, Hyundai 'Tak Masalah' TKDN EV di RI Naik 60%

CNN Otomotif 2 menit baca 343 kata
Punya Pabrik Baterai, Hyundai 'Tak Masalah' TKDN EV di RI Naik 60% — gambar dari CNN Otomotif
Gambar dari CNN Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan 'tidak masalah' memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mobil listrik yang terus ditingkatkan pemerintah dari tahun ke tahun. Angka TKDN 60 persen yang ditetapkan mulai 2027 dikatakan siap dipenuhi.

Fransiscus Soerjopranoto Chief Operating Officer HMID mengungkap bahwa perusahaan memiliki lini rantai pasok yang terintegrasi di dalam negeri, mulai dari fasilitas manufaktur perakitan, jaringan dealer, hingga produksi komponen baterai listrik.

"Jadi, kalau kita lihat kan memang Hyundai adalah salah satu brand yang memiliki supply chain yang cukup lengkap. Jadi bukan hanya manufacture untuk assembly saja. Kendaraan, terus kemudian dealer, ataupun supply chain yang lain itu untuk layani customer kita," katanya di acara Hyundai Jump School Batch 3 Ceremony, Rabu (7/10).

Fransiscus juga mengingatkan perusahaan punya manufaktur komponen baterai di Indonesia. Hyundai sudah punya fasilitas produksi sel baterai di Karawang dan perakitan paket baterai di Cikarang, sementara HIMD memiliki pusat perakitan mobil listrik yang juga terletak di Cikarang.

"Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan, karena kelengkapan itu, maka TKDN yang 60 persen itu sebenarnya tidak menjadi masalah buat Hyundai," ucap dia.

Mengenai langkah penyiapan target 60 persen tersebut, Fransiscus menyoroti nilai investasi besar yang telah dikucurkan Hyundai untuk membangun infrastruktur produksi di Indonesia.

"Persiapannya ya teman-teman sudah tau. Kita kan sudah investasi 50 triliun, 3 miliar USD. Jadi sekitar 50 triliun itu kan investasi yang enggak main-main. Dengan kapasitas 150 ribu untuk pabrikan," tutur dia.

"Dan pabrik baterai kita juga bisa men-support kebutuhan tersebut. Bahkan itu bukan hanya untuk pasar domestik, tapi juga untuk pasar ekspor juga, mancanegara," katanya lagi.

Ia menambahkan jangkauan ekspor untuk unit maupun baterai rakitan lokal tersebut diproyeksikan menembus pasar luar ASEAN, termasuk kawasan Timur Tengah hingga Amerika Selatan.

Kewajiban TKDN minimal 60 persen untuk mobil listrik produksi dalam negeri bakal berlaku mulai 2027. Ketentuan yang sempat bergeser dari target awal 2024 ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2023 tentang perubahan atas Perpres Nomor 55 Tahun 2019.

Berdasarkan aturan terbaru, skema TKDN mobil listrik ditetapkan sebesar 40 persen pada 2022-2026, naik menjadi 60 persen pada 2027-2029, dan mencapai target 80 persen mulai 2030.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/punya-pabrik-baterai-hyundai-tak-masalah-tkdn-ev-di-ri-naik-60-348d8389/.

Baca juga

League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen Asia

Liputan6.com, Jakarta - League Cup 2026/2027 diproyeksikan melampaui sekadar turnamen tambahan. Ajang yang diikuti 38 klub ini disiapkan sebagai jalan bagi tim Indonesia untuk mendapat kesempatan tampil di kompetisi antarklub Asia.

Liputan6 Bola

Semua berita Olahraga