Scarlett Johansson Usut Pembunuh Berantai di Reboot The Exorcist
The Exorcist: Martyrs merilis eksklusif teaser perdananya pada Selasa (6/10). Teaser tersebut mengungkapkan peran Scarlett Johansson sebagai pemeran utama film hasil reboot The Exorcist yang digarap Mike Flanagan.
Dalam teaser berdurasi 16 detik tersebut, seperti diberitakan Esquire, Scarlett Johansson berperan sebagai seorang detektif pembunuhan kepolisian New York (NYPD).
Karakter detektif yang dimainkan Scarlett Johansson itu diceritakan menangani kasus pembunuhan berantai yang berujung pada eksekusi mati sang pelaku, Father Sunday (John Leguizamo).
Namun, proses eksekusi tersebut tidak berjalan sesuai rencana hingga menyeret keterlibatan dua sosok pastor yang diperankan Chiwetel Ejiofor dan Laurence Fishburne.
Chiwetel Ejiofor berperan sebagai Pastur William yang memang melakukan pelayanan di penjara. Sedangkan Laurence Fishburne menjadi pastur yang paham akan ritual kuno, dan dilibatkan ketika serangkaian pembunuhan mulai mengancam kehidupan pribadi Detektif Miller.
Tak hanya Detektif Miller, situasi membahayakan juga mengancam keselamatan ibu sang detektif (Diane Lane) dan putranya yang masih kecil (Jacobi Jupe).
Teaser tersebut dirilis beberapa hari sebelum trailer resmi perdana The Exorcist: Martyrs dirilis pada 9 Oktober waktu AS.
Proyek reboot The Exorcist ini turut memboyong aktris Sasha Calle sebagai rekan sesama detektif, serta aktor muda Jacobi Jupe yang berperan sebagai putra Scarlett Johansson yang berusia 12 tahun.
Secara pendekatan alur cerita, Flanagan mengusung konsep procedural crime dengan memadukan unsur horor eksorsisme dan thriller pembunuh berantai bergaya film Se7en atau The Silence of the Lambs.
"Bagaimana bisa mengeksplorasi ide-ide itu dalam thriller pembunuh berantai dengan cara menggabungkan subgenre ini sedikit, dan memadukannya dengan apa yang kita sukai dari film seperti The Exorcist?" tutur Flanagan.
"Kita berbicara tentang manusia di bawah pengaruh atau dalam beberapa kasus kendali langsung dari kejahatan itu sendiri." Meski dipastikan bakal tetap menghadirkan adegan kerasukan iblis, sutradara yang juga tengah menggarap serial terbaru Carrie itu menegaskan bahwa narasi yang diusung bakal melompat jauh dari formula horor klasik pada umumnya.
"Film ini tetap punya satu tugas sesuai judulnya. Kami tentu harus menghadirkan hal itu. Namun harapannya ini jauh lebih dari sekadar cerita kerasukan biasa," bebernya.
"Keterkaitannya dengan misteri pembunuh berantai inilah yang membuatnya sangat seru dan membawa kisah kerasukan keluar dari kamar tidur serta penderitaan orang tua menuju sesuatu yang jauh, jauh lebih besar," katanya.
Mike Flanagan juga menggarisbawahi The Exorcist: Martyrs menyajikan kisah berdiri sendiri (standalone), alih-alih mencoba garap ulang mahakarya orisinal William Friedkin rilisan 1973.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/scarlett-johansson-usut-pembunuh-berantai-di-reboot-the-exorcist-7e3cea2c/.
Baca juga
Bene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"
Jakarta (ANTARA) - Sutradara Bene Dion Rajagukguk mengangkat potensi pariwisata dan keindahan alam Sumatera Utara lewat adegan menyanyikan lagu medlei dalam film musikal "Pulang Kampung".
Kemkomdigi segera keluarkan turunan PP Tunas untuk atur tujuh risiko
ANTARA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bakal mengeluarkan turunan PP Tunas yang mengatur tujuh risiko mengintai anak di ruang digital. Menkomdigi Meutya Hafid, Rabu (7/10), menyebut bahwa turunan tersebut mengatur lebih detail mengenai kontak, konten,…
Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi
Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…
Pakar apresiasi PP Tunas, perlindungan anak di ruang digital
ANTARA - Sejumlah pakar dalam konferensi pera di Gedung Kemkomdigi, Jakarta, Rabu (7/10), mengapresiasi langkah pemerintah dalam menghadirkan PP Tunas sebagai upaya melindungi anak di ruang digital.