WHO Sebut Risiko Wabah Pes di Rusia Masih Tergolong Rendah
Liputan6.com, Jakarta - Wabah pes di Rusia menjadi perhatian setelah seorang teknisi laboratorium yang bekerja di lembaga penelitian penyakit pes di Siberia meninggal dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut risiko terjadinya wabah yang lebih luas di Rusia masih tergolong rendah.
Teknisi laboratorium bernama Darya Shipilova, 28 tahun, meninggal pekan lalu, dua hari setelah jatuh sakit. Dia bekerja di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, lembaga penelitian yang menangani penyakit pes dan berbagai patogen berbahaya di wilayah Siberia.
Kematian Shipilova kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan wabah pes Rusia, terutama karena dia bekerja di fasilitas yang menyimpan dan meneliti patogen berbahaya. Sejumlah laporan media Rusia menyebut Shipilova kemungkinan terinfeksi setelah terjadi kecelakaan di tempat kerja.
Namun, penyebab kematiannya hingga kini belum dipastikan sebagai penyakit pes. Otoritas Rusia menyatakan Shipilova meninggal akibat 'pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui'.
WHO Pantau Kontak Pasien Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan belum ada tanda-tanda terjadinya wabah yang lebih luas. Seluruh orang yang diketahui melakukan kontak dengan Shipilova telah diidentifikasi dan sedang menjalani pemantauan kesehatan.
"Seluruh kontak pasien dilaporkan telah diidentifikasi dan sedang dipantau untuk mengetahui apakah mereka mengalami sakit. Hingga saat ini, tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit," ujar Lindmeier dikutip The Guardian, Rabu, 7 Oktober 2026.
Lindmeier mengatakan pejabat Rusia masih menyelidiki apakah pneumonic plague atau pes paru berkaitan dengan kematian Shipilova.
Sementara itu, WHO telah melakukan penilaian terhadap risiko kesehatan berdasarkan informasi yang tersedia. Risiko dinilai berada pada tingkat 'sedang hingga rendah' untuk wilayah Irkutsk, 'rendah' untuk wilayah Rusia lainnya, dan 'sangat rendah' untuk Eropa.
Penilaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun kasus ini mendapat perhatian internasional, WHO belum menemukan indikasi adanya penyebaran penyakit pes secara lebih luas.
Karantina Ketat Diberlakukan Otoritas Rusia memberlakukan langkah karantina di pusat penelitian tempat Shipilova bekerja serta sejumlah rumah sakit di sekitar Irkutsk.
Menurut laporan media Rusia, sekitar 60 rekan Shipilova dikarantina di dalam lembaga penelitian sejak Jumat. Mereka disebut harus tidur di lantai dan kursi selama pemeriksaan berlangsung.
Langkah serupa juga diberlakukan di lima rumah sakit. Para kerabat pasien bahkan dilarang menemui anggota keluarga mereka selama proses pemantauan.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meminta masyarakat tidak mempercayai rumor yang beredar dan mengimbau mereka mengacu pada informasi dari badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor.
Rospotrebnadzor menyatakan situasi di Irkutsk masih stabil. Tidak ada kasus penyakit menular baru yang dilaporkan di antara pegawai lembaga penelitian tersebut.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/who-sebut-risiko-wabah-pes-di-rusia-masih-tergolong-rendah-99f90310/.
Baca juga
FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar
FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.
Ledakan Terdengar di Dekat Qeshm, 81 Pesawat AS Dilaporkan Rusak atau Hilang dalam Perang Iran
Iran Vs Amerika Memanas Ledakan Terdengar di Dekat Qeshm, 81 Pesawat AS Dilaporkan Rusak atau Hilang dalam Perang Iran Pulau Qeshm berada di kawasan strategis dekat Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Tiga Tahun Berlalu, Warga Israel Kembali Mengenang Tragedi Serangan 7 Oktober
Israel - Tiga tahun serangan 7 Oktober 2023, warga Israel mengenang para korban melalui peringatan di Yerusalem dan lokasi festival Nova.
Citra Satelit Ungkap Aktivitas Baru di Fasilitas Nuklir Iran yang Pernah Diserang Israel
Konflik Iran Vs Israel Citra Satelit Ungkap Aktivitas Baru di Fasilitas Nuklir Iran yang Pernah Diserang Israel Aktivitas tersebut juga berpotensi berkaitan dengan pemulihan kemampuan yang sebelumnya digunakan dalam pengembangan program nuklir.