Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

WHO Sebut Risiko Wabah Pes di Rusia Masih Tergolong RendahBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Internasional

WHO Sebut Risiko Wabah Pes di Rusia Masih Tergolong Rendah

Liputan6 Kesehatan 3 menit baca 557 kata
WHO Sebut Risiko Wabah Pes di Rusia Masih Tergolong Rendah — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Wabah pes di Rusia menjadi perhatian setelah seorang teknisi laboratorium yang bekerja di lembaga penelitian penyakit pes di Siberia meninggal dunia. Meski demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut risiko terjadinya wabah yang lebih luas di Rusia masih tergolong rendah.

Teknisi laboratorium bernama Darya Shipilova, 28 tahun, meninggal pekan lalu, dua hari setelah jatuh sakit. Dia bekerja di Irkutsk Anti-Plague Research Institute, lembaga penelitian yang menangani penyakit pes dan berbagai patogen berbahaya di wilayah Siberia.

Kematian Shipilova kemudian memunculkan kekhawatiran mengenai kemungkinan wabah pes Rusia, terutama karena dia bekerja di fasilitas yang menyimpan dan meneliti patogen berbahaya. Sejumlah laporan media Rusia menyebut Shipilova kemungkinan terinfeksi setelah terjadi kecelakaan di tempat kerja.

Namun, penyebab kematiannya hingga kini belum dipastikan sebagai penyakit pes. Otoritas Rusia menyatakan Shipilova meninggal akibat 'pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui'.

WHO Pantau Kontak Pasien Juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan belum ada tanda-tanda terjadinya wabah yang lebih luas. Seluruh orang yang diketahui melakukan kontak dengan Shipilova telah diidentifikasi dan sedang menjalani pemantauan kesehatan.

"Seluruh kontak pasien dilaporkan telah diidentifikasi dan sedang dipantau untuk mengetahui apakah mereka mengalami sakit. Hingga saat ini, tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit," ujar Lindmeier dikutip The Guardian, Rabu, 7 Oktober 2026.

Lindmeier mengatakan pejabat Rusia masih menyelidiki apakah pneumonic plague atau pes paru berkaitan dengan kematian Shipilova.

Sementara itu, WHO telah melakukan penilaian terhadap risiko kesehatan berdasarkan informasi yang tersedia. Risiko dinilai berada pada tingkat 'sedang hingga rendah' untuk wilayah Irkutsk, 'rendah' untuk wilayah Rusia lainnya, dan 'sangat rendah' untuk Eropa.

Penilaian tersebut menunjukkan bahwa meskipun kasus ini mendapat perhatian internasional, WHO belum menemukan indikasi adanya penyebaran penyakit pes secara lebih luas.

Karantina Ketat Diberlakukan Otoritas Rusia memberlakukan langkah karantina di pusat penelitian tempat Shipilova bekerja serta sejumlah rumah sakit di sekitar Irkutsk.

Menurut laporan media Rusia, sekitar 60 rekan Shipilova dikarantina di dalam lembaga penelitian sejak Jumat. Mereka disebut harus tidur di lantai dan kursi selama pemeriksaan berlangsung.

Langkah serupa juga diberlakukan di lima rumah sakit. Para kerabat pasien bahkan dilarang menemui anggota keluarga mereka selama proses pemantauan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov meminta masyarakat tidak mempercayai rumor yang beredar dan mengimbau mereka mengacu pada informasi dari badan pengawas kesehatan Rusia, Rospotrebnadzor.

Rospotrebnadzor menyatakan situasi di Irkutsk masih stabil. Tidak ada kasus penyakit menular baru yang dilaporkan di antara pegawai lembaga penelitian tersebut.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/who-sebut-risiko-wabah-pes-di-rusia-masih-tergolong-rendah-99f90310/.

Baca juga

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar

FOTO: Jadi Juara Piala Teluk, Arab Saudi Akhiri Puasa Gelar CNN Indonesia Rabu, 07 Okt 2026 23:05 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Puasa gelar Arab Saudi yang sudah berlangsung sejak 2004 berakhir setelah skuad Green Falcon mengalahkan Uni Emirat Arab pada final Piala Teluk ke-27.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional