Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Waspada Diabetes dan Hipertensi Tak Terkontrol, Bisa Berujung Penyakit GinjalBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Lifestyle

Waspada Diabetes dan Hipertensi Tak Terkontrol, Bisa Berujung Penyakit Ginjal

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 397 kata
Waspada Diabetes dan Hipertensi Tak Terkontrol, Bisa Berujung Penyakit Ginjal — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Diabetes dan hipertensi menjadi dua penyebab tersering pada pasien penyakit ginjal. Sekitar dua per tiga pasien dialisis (kerap disebut cuci darah) akibat gagal ginjal tahap akhir itu berawal dari diabetes dan hipertensi tak terkontrol.

"Dua per tiga dari pasien kita yang mengalami dialisis (karena) gagal ginjal tahap akhir penyebabnya adalah hipertensi dan diabetes. Memang ada penyebab-penyebab lain, khususnya kita kan negara berkembang yang ada infeksi, glomerulonefritis dan hal-hal yang lain. Tetapi yang paling banyak adalah kedua hal itu," kata Wakil Ketua Umum National Kidney Foundation Indonesia, dr Tunggul Diapari Situmorang, SpPD-KGH.

Tunggul mengungkapkan bahwa sebenarnya penyakit ginjal bisa dicegah bahkan didelay atau diperlambat keparahannya.

“Sebenarnya bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah, mengendalikan hipertensinya,” jelas Tunggul saat ditemui di SCTV Tower pada Rabu (7/10/2026).

Maka dari itu, Tunggul menilai masyarakat perlu mengetahui faktor risiko penyakit ginjal sekaligus mengenali tanda-tandanya. Deteksi dini memungkinkan gangguan ginjal diketahui sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.

Edukasi mengenai kesehatan ginjal juga penting agar masyarakat tidak hanya mencari pertolongan ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis. Pengendalian gula darah dan tekanan darah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ginjal, terutama bagi orang yang memiliki diabetes atau hipertensi.

“Dan, itulah kenapa kita dari NKF Indonesia dan Pernefri ingin sekali memberikan informasi kepada masyarakat supaya mencegah dan deteksi dini,,” tuturnya.

Gagal Ginjal, Bukan Berarti Gagal Hidup Di kesempatan itu, Tunggul juga mengungkapkan jika fungsi ginjal sudah menurun drastis atau gagal ginjal maka pasien masih memiliki pilihan terapi pengganti ginjal.

“Kalau sudah gagal ginjal tidak berarti hidup ini sudah gagal. Gagal ginjal tidak berarti gagal hidup," kata Tunggul memberikan semangat.

"Masih ada terapi pengganti ginjal yaitu dialisis, apakah itu hemodialisis atau peritoneal dialisis,” kata Tunggul.

Selain dialisis, transplantasi ginjal menjadi salah satu pilihan terapi. Tunggul menyebut transplantasi sebagai terapi yang ideal karena ginjal donor dapat menggantikan fungsi ginjal yang telah mengalami kegagalan.

Menurutnya, kemampuan medis untuk melakukan transplantasi ginjal di Indonesia juga terus berkembang. Prosedur pengambilan ginjal dari donor bahkan telah dapat dilakukan dengan teknik laparoskopi dan mulai menggunakan teknologi robotik.

“Kalau dari segi medik masalah transplantasi ginjal secara teknis agaknya sudah sama kita dengan di luar negeri, baik life expectancy, survival-nya juga sama,” ujarnya.

Namun, tantangan transplantasi ginjal tidak berkaitan dengan kemampuan medis. Ketersediaan donor, biaya, aspek legal dan hukum, serta pertimbangan agama juga menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/waspada-diabetes-dan-hipertensi-tak-terkontrol-bisa-berujung-penyakit-65d4f6ef/.

Baca juga

Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi

Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…

Antara

Semua berita Lifestyle