Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Takut Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Justru Tekanan Darah Tinggi yang BahayaBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Lifestyle

Takut Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Justru Tekanan Darah Tinggi yang Bahaya

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 321 kata
Takut Obat Hipertensi Merusak Ginjal? Justru Tekanan Darah Tinggi yang Bahaya — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Ada sebagian orang dengan tekanan darah tinggi yang takut makan obat hipertensi secara teratur. Mereka khawatir obat tekanan darah justru akan merusak ginjal. Padahal hal itu tidak benar.

Anggota Dewan Pembina National Kidney Foundation Indonesia, Prof. Dr. dr. Aida Lydia, Sp.PD-KGH, Ph.D, menegaskan bahwa obat hipertensi bukan penyebab utama kerusakan ginjal. Justru tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat berdampak pada kesehatan ginjal.

“Yang merusak ginjal bukan obat hipertensinya, tetapi hipertensinya itu sendiri. Dan itu bisa dicegah,” tutur Aida saat ditemui di SCTV Tower, Rabu (7/10/2026).

Aida menuturkan mengontrol tekanan darah secara teratur merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan ginjal. Karena itu, pasien hipertensi sebaiknya tidak menghentikan atau menghindari pengobatan hanya karena khawatir obat akan merusak ginjal.

“Dengan mengontrol tekanan darah secara teratur, itu sudah berarti menjaga kesehatan ginjal,” jelasnya.

Bukan cuma hipertensi, diabetes juga faktor risiko gagal ginjal. Maka perlu juga bagi pengidap diabetes untuk mengonsumsi obat secara rutin untuk menjaga fungsi ginjal.

“Jadi penyakit ginjal itu bisa dicegah dengan mengontrol faktor risiko. Apakah faktor risiko itu hipertensi, atau diabetes, atau ada gangguan yang lain,” katanya.

Sakit Pinggang Belum Tentu Penyakit Ginjal Selain anggapan bahwa obat hipertensi dapat merusak ginjal, Aida menyebut masih ada pemahaman lain yang keliru mengenai penyakit ginjal. salah satunya mengaitkan sakit pinggang dengan gangguan ginjal.

Ginjal memang berada di area sekitar pinggang sehingga masyarakat kerap mengaitkan keluhan di bagian tubuh tersebut dengan penyakit ginjal. Namun, sakit pinggang tidak selalu menunjukkan adanya gangguan pada ginjal.

Padahal, banyak penyakit ginjal tidak selalu menimbulkan keluhan sakit pinggang. Sebaliknya, nyeri di area pinggang juga dapat disebabkan oleh kondisi lain yang tidak berkaitan dengan ginjal.

“Banyak sekali sakit pinggang yang tidak ada keluhan. Dan sebaliknya, sakit pinggang belum tentu sakit ginjal,” jelasnya.

Karena itu, Aida mengingatkan masyarakat tidak mendiagnosis sendiri penyebab keluhan yang muncul. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan kesehatan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara tepat. Lalu, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/takut-obat-hipertensi-merusak-ginjal-justru-tekanan-darah-tinggi-yang-d1407556/.

Baca juga

Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi

Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…

Antara

Semua berita Lifestyle