AI Buka Peluang Baru untuk Mempercepat Penemuan Obat
Liputan6.com, Jakarta - Teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membuka peluang baru untuk mempercepat penemuan dan pengembangan obat. Peluang ini kini didorong melalui kolaborasi Novo Nordisk dan Anthropic yang akan memanfaatkan teknologi AI untuk membantu menjawab berbagai tantangan dalam riset dan pengembangan obat.
Kedua perusahaan akan bekerja sama mengatasi tantangan utama dalam penemuan obat yang telah diidentifikasi oleh para ilmuwan dan tim komputasi Novo. Kolaborasi tersebut juga mencakup pengembangan solusi untuk persoalan ilmiah dan alur kerja (workflow) tertentu yang dapat mendukung penalaran biologis (biological reasoning).
Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu mempercepat proses penelitian sekaligus membuka peluang baru dalam memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat.
"AI dapat membantu kami meningkatkan produktivitas R&D dan mempersingkat proses dari penelitian hingga produk dipasarkan. Lebih dari itu, teknologi AI juga dapat membuka peluang ilmiah yang benar-benar baru serta membantu kami memahami biologi manusia dan mekanisme kerja obat dengan lebih baik," ujar Presiden dan CEO Novo Nordisk, Mike Doustdar.
Menurut Mike, kolaborasi ini semakin memperkuat ambisi Novo Nordisk untuk menjadi perusahaan kesehatan yang paling berbasis AI di dunia. Kerja sama tersebut juga melengkapi berbagai inisiatif AI yang sebelumnya telah dijalankan perusahaan bersama mitra teknologi lainnya.
AI Diuji dalam Pengembangan Obat Sebagai langkah awal, Novo Nordisk akan menguji Claude Science pada sejumlah alur kerja dalam kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D).
Teknologi tersebut akan digunakan untuk menangani persoalan ilmiah yang dinilai paling berpotensi mendapatkan manfaat dari kolaborasi antara para ilmuwan Novo Nordisk dan Anthropic.
Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu tim R&D bekerja lebih produktif sekaligus mempercepat proses dari penelitian hingga obat dapat dikembangkan dan dipasarkan.
Co-Founder dan CEO Anthropic, Dario Amodei, mengatakan perkembangan teknologi AI berpotensi mempercepat terobosan di bidang biologi dan kedokteran.
"Dengan kemampuan AI yang terus meningkat, terobosan di bidang biologi dan medis yang biasanya dicapai dalam satu abad, berpotensi dapat terwujud hanya dalam satu dekade," ujar Dario.
Dia, mengatakan, pemberian akses kepada para peneliti terhadap model AI yang aman, mumpuni, dan tepercaya dapat membantu mempersingkat waktu penelitian serta meningkatkan hasilnya.
Teknologi tersebut juga diharapkan membantu para peneliti menemukan obat dan terapi yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.
Perkuat Pengembangan Perangkat Lunak Kolaborasi Novo Nordisk dan Anthropic tidak hanya berfokus pada penemuan obat. Novo Nordisk juga akan memanfaatkan model AI Anthropic untuk memperkuat pengembangan perangkat lunak.
Langkah ini menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas pemanfaatan AI di berbagai lini perusahaan. Dengan begitu, teknologi AI tidak hanya digunakan untuk mendukung riset obat, tetapi juga berbagai proses kerja di dalam perusahaan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ai-buka-peluang-baru-untuk-mempercepat-penemuan-obat-7e52a6bf/.
Baca juga
Pembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pembangunan pusat data kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia perlu mempertimbangkan ketersediaan energi dan air agar tidak mengganggu kebutuhan masyarakat.
Komdigi Bangun 'Jembatan' Satu Data, Perlinsos Diperluas Tahun Ini
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut Komdigi telah menyiapkan jembatan untuk Satu Data Indonesia. Mereka menyiapkan sistem penghubung yang disebut SPLP atau Sistem Penghubung Layanan Pemerintah.
GPT-6 Astra Kalah Telak Adu Starcraft Lawan Bot: Lalu Berbuat Curang
Model kecerdasan buatan (AI) besutan OpenAI, GPT-6 Astra, tertangkap basah melakukan kecurangan saat bertanding dalam kompetisi bot StarCraft di platform StarSkirmish.
Microdrama Adikku Merebut Suamiku di VShort: Dikhianati Saudara Kandung, Sophie Nekat Balas Dendam!
JAKARTA – V+Short menghadirkan microdrama berbasis AI terbaru berjudul “Adikku Merebut Suamiku”. Download V+Short dengan klik link di sini. Dari judulnya saja, cerita ini sudah bikin penasaran.