Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

AS-Iran Kuasai 86% Ekspor Drone Dunia, Turki Bikin Kaget!Bene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

AS-Iran Kuasai 86% Ekspor Drone Dunia, Turki Bikin Kaget!

CNBC Indonesia 3 menit baca 688 kata
AS-Iran Kuasai 86% Ekspor Drone Dunia, Turki Bikin Kaget! — gambar dari CNBC Indonesia
Gambar dari CNBC Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

AS-Iran Kuasai 86% Ekspor Drone Dunia, Turki Bikin Kaget!

Jakarta, CNBC Indonesia - Drone militer kini bukan lagi sekadar alat untuk mengintai pergerakan musuh. Teknologi ini telah berkembang menjadi salah satu komponen penting dalam operasi militer, termasuk untuk melancarkan serangan dari jarak jauh.

Seiring meningkatnya penggunaan drone di medan perang, perdagangan drone militer global ikut berkembang. Namun, pasar ekspor senjata jenis ini masih sangat terkonsentrasi pada sejumlah negara.

Data Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) menunjukkan Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi dua negara yang mendominasi ekspor drone militer dunia sepanjang 2022-2025.

AS dan Iran Kuasai 86% Ekspor Drone Perdagangan drone militer global pada 2022-2025 sangat terkonsentrasi pada dua negara. Dari total 16.822 drone militer yang diekspor sepanjang periode tersebut, Amerika Serikat (AS) memasok 7.593 unit atau 45,1% dari total global.

Iran menyusul dengan 6.800 unit atau 40,4%. Jika digabungkan, kedua negara tersebut menyumbang sekitar 86% dari seluruh drone militer yang diekspor dunia.

Jaraknya cukup lebar dengan negara-negara eksportir lainnya. Jerman berada di posisi ketiga dengan 1.000 unit, disusul Polandia sebanyak 690 unit.

Sementara itu, Turki, yang dikenal sebagai salah satu produsen drone militer utama dunia, berada di posisi kelima dengan 381 unit.

Namun, dominasi AS dan Iran tidak dapat dilepaskan dari dinamika perang Rusia-Ukraina.

Sekitar 95% drone yang diekspor AS dikirim ke Ukraina, sementara 99% ekspor drone Iran mengalir ke Rusia. Dengan demikian, sebagian besar perdagangan drone militer yang tercatat selama periode tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan perang di Ukraina.

Yang juga menarik, sekitar 97% drone yang tercatat merupakan drone serang satu arah atau loitering munition. Jenis senjata ini dapat berputar atau berkelana di sekitar area target sebelum mengunci sasaran dan kemudian meledak saat menghantam target.

Ekspor Drone AS Anjlok, Iran Bertahan Tinggi Pola ekspor AS dan Iran mulai menunjukkan perbedaan pada 2025.

Ekspor drone militer AS meningkat tajam dari 1.010 unit pada 2022 menjadi 3.219 unit pada 2024. Namun, pengiriman tersebut kemudian merosot menjadi hanya 402 unit pada 2025.

Sebagian besar ekspor AS pada 2025 justru mengarah ke Taiwan, yang menerima 291 loitering munition. Sementara itu, Ukraina menerima 100 unit buatan AS yang pembiayaannya berasal dari Inggris.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-iran-kuasai-86-ekspor-drone-dunia-turki-bikin-kaget-f1e44c65/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi