Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027Bene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Ekonomi

Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027

Liputan6 Bisnis 3 menit baca 548 kata
Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027 — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana penerapan campuran etanol 20% ke dalam bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara mandatori pada 2027-2028.

Bahlil berharap pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bensin dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM secara bertahap.

Ia membandingkan rencana tersebut dengan keberhasilan Indonesia mengurangi impor solar CN48 melalui penerapan biodiesel B50 yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan campuran.

Hal serupa, menurut Bahlil, akan diterapkan pada bensin dengan memanfaatkan bioetanol.

"Kita akan mendorong untuk etanol. Etanol ini arahan Bapak Presiden, di tahun 2027-2028 kita akan bikin mandatory sebesar 20%, dan ke depan kita akan bikin E50," kata Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

"Kalau E50 ini mampu kita lakukan, maka impor bensin kita akan bisa kita tekan seminimal mungkin untuk kemudian kita menuju kepada kemandirian energi agar semuanya bisa dari kita," sambungnya.

Sempat Dikritik Bahlil mengatakan rencana meningkatkan campuran etanol tersebut bukan tanpa tantangan. Ia mengaku pernah mendapat kritik dari sejumlah pihak ketika pertama kali menyampaikan gagasan penggunaan etanol dalam bensin.

"Saya pernah melontarkan E20, E10, pernah diolok-olok waktu itu oleh beberapa pakar dan beberapa teman-teman. Saya katakan kenapa harus kita malu untuk belajar pada Brazil dan Amerika? Brazil itu sudah melakukan E100 di beberapa negara bagian. Amerika juga sudah melakukan E100 di beberapa bagian. China, India, itu sudah mandatory 20%," jelasnya.

Menurut Bahlil, ketergantungan terhadap impor BBM dapat ditekan karena bahan baku bioetanol tersedia di dalam negeri. Potensi bahan baku tersebut antara lain berasal dari singkong, jagung, dan tebu.

Eksplorasi dan Produksi Migas Bahlil menilai target penerapan E20 hingga E50 serta keberlanjutan program B50 merupakan bagian dari strategi memenuhi kebutuhan energi nasional.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri.

"Kita memanfaatkan nabati kita dengan potensi yang ada di darat, yang kemudian itu mampu melakukan penetrasi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal untuk menciptakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.

"Ini kira-kira strategi yang akan kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Jadi eksplorasi kita lakukan, kemudian kita mengoptimalkan sumur yang sudah ada, sambil kita akan mendorong untuk di B50 tetap kita pertahankan dan bisa mencapai dengan untuk bensin E20 sampai E50," sambung Bahlil.

Danantara Siapkan Investasi Bioetanol Rencana pengembangan bioetanol juga mendapat perhatian dari Danantara. Lembaga pengelola investasi tersebut sebelumnya menyatakan sektor bioetanol menjadi salah satu arah investasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/siap-siap-bbm-campur-etanol-20-di-2027-b1a554d4/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi