Siap-Siap, BBM Campur Etanol 20% di 2027
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana penerapan campuran etanol 20% ke dalam bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan tersebut ditargetkan mulai diterapkan secara mandatori pada 2027-2028.
Bahlil berharap pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bensin dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM secara bertahap.
Ia membandingkan rencana tersebut dengan keberhasilan Indonesia mengurangi impor solar CN48 melalui penerapan biodiesel B50 yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan campuran.
Hal serupa, menurut Bahlil, akan diterapkan pada bensin dengan memanfaatkan bioetanol.
"Kita akan mendorong untuk etanol. Etanol ini arahan Bapak Presiden, di tahun 2027-2028 kita akan bikin mandatory sebesar 20%, dan ke depan kita akan bikin E50," kata Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Kalau E50 ini mampu kita lakukan, maka impor bensin kita akan bisa kita tekan seminimal mungkin untuk kemudian kita menuju kepada kemandirian energi agar semuanya bisa dari kita," sambungnya.
Sempat Dikritik Bahlil mengatakan rencana meningkatkan campuran etanol tersebut bukan tanpa tantangan. Ia mengaku pernah mendapat kritik dari sejumlah pihak ketika pertama kali menyampaikan gagasan penggunaan etanol dalam bensin.
"Saya pernah melontarkan E20, E10, pernah diolok-olok waktu itu oleh beberapa pakar dan beberapa teman-teman. Saya katakan kenapa harus kita malu untuk belajar pada Brazil dan Amerika? Brazil itu sudah melakukan E100 di beberapa negara bagian. Amerika juga sudah melakukan E100 di beberapa bagian. China, India, itu sudah mandatory 20%," jelasnya.
Menurut Bahlil, ketergantungan terhadap impor BBM dapat ditekan karena bahan baku bioetanol tersedia di dalam negeri. Potensi bahan baku tersebut antara lain berasal dari singkong, jagung, dan tebu.
Eksplorasi dan Produksi Migas Bahlil menilai target penerapan E20 hingga E50 serta keberlanjutan program B50 merupakan bagian dari strategi memenuhi kebutuhan energi nasional.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi (migas) di dalam negeri.
"Kita memanfaatkan nabati kita dengan potensi yang ada di darat, yang kemudian itu mampu melakukan penetrasi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal untuk menciptakan lapangan pekerjaan," ungkapnya.
"Ini kira-kira strategi yang akan kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Jadi eksplorasi kita lakukan, kemudian kita mengoptimalkan sumur yang sudah ada, sambil kita akan mendorong untuk di B50 tetap kita pertahankan dan bisa mencapai dengan untuk bensin E20 sampai E50," sambung Bahlil.
Danantara Siapkan Investasi Bioetanol Rencana pengembangan bioetanol juga mendapat perhatian dari Danantara. Lembaga pengelola investasi tersebut sebelumnya menyatakan sektor bioetanol menjadi salah satu arah investasi untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/siap-siap-bbm-campur-etanol-20-di-2027-b1a554d4/.
Baca juga
Masih Catat Transaksi Manual? Saatnya Kenalan dengan Accurate Biar Laporan Rapi
Mencatat transaksi dan menyusun laporan secara manual memang terasa aman di awal, sampai jumlah transaksi bertambah dan angka mulai sulit dilacak.
Masih Hitung Manual? 7 Skill Excel Ini Bikin Laporan Keuangan Lebih Cepat
Menghitung ulang angka karena satu sel salah rumus itu melelahkan, apalagi kalau laporan harus selesai hari ini.
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global
Badan Pangan dan Pertanian PBB Sebut Angka Kelaparan di Indonesia Turun Signifikan di Tingkat Global Angka kelaparan Indonesia turun hingga 6,3 persen. FAO menyebutnya signifikan, tetapi tantangan makanan sehat masih menanti.
Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel
Konflik Iran Vs Israel Hizbullah Terima Rp 3,3 Triliun dari Iran untuk Bantu Warga Lebanon Terdampak Perang dengan Israel Besarnya dana menjadi sorotan karena Iran sendiri sedang menghadapi tekanan ekonomi yang semakin kuat dari Amerika Serikat (AS).