Lewati ke konten

Kamis, 8 Oktober 20263171 berita

Kondisi Sekolah Prancis yang Picu Siswa Demo: Atap Bocor-Banyak TikusBene Dion angkat pariwisata Sumut lewat medlei film "Pulang Kampung"Marc Marquez Janjikan Aksi Spesial Jika Menang di MotoGP Mandalika 2026League Cup Bisa Bawa Klub Indonesia ke Turnamen AsiaDari Tambak ke Industri, Garam Bima Mengejar Nilai TambahFaktor yang bisa mengganggu pendengaran, selain usia dan suara kerasJaksa Bongkar 4 Perkara dalam Dakwaan Febrie, Kantor Hukum Diduga Jadi Alat TPPU Rp 346 MiliarMomen Febrie Salami Jaksa Usai Didakwa Pemerasan hingga TPPU Rp350 MJaksa Bongkar Isi 3 Brankas Kasus Cuci Uang Febrie AdriansyahPembangunan pusat data tidak boleh ganggu ketersediaan air dan energi
Lifestyle

Kondisi Sekolah Prancis yang Picu Siswa Demo: Atap Bocor-Banyak Tikus

CNN Internasional 2 menit baca 371 kata
Kondisi Sekolah Prancis yang Picu Siswa Demo: Atap Bocor-Banyak Tikus — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Alasan para siswa di Prancis berunjuk rasa besar-besaran salah satunya karena kondisi sekolah yang begitu mengenaskan.

Seorang demonstran mengatakan kepada CBS News bahwa sebuah sekolah menangah atas (SMA) di Saint-Denis dipenuhi tikus, dengan langit-langit yang sudah jebol.

"Di Saint-Denis, tepat di luar Paris, sekolah menengah atas mengalami kerusakan pada langit-langit, air masuk ke dinding, dan banyak tikus," ucapnya.

Video yang diambil oleh para siswa dan guru di sebuah sekolah di pinggiran Paris juga menunjukkan tikus berkeliaran di kawasan sekolah dan air menetes ke dalam ember. Banyak pula sekolah yang tidak difasilitasi penyejuk ruangan di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Prancis.

"Ruang kelas tidak berventilasi, dan kami hampir tidak bisa membuka jendela," kata Issam Makhloufi (15), seorang siswa di Rosa Parks High School, St.-Denis, kepada New York Times.

Lebih dari itu, para siswa juga melaporkan bahwa ruang-ruang kelas terlalu penuh sesak dan jadwal pelajaran terlampau padat. Di tengah kondisi ini, guru dan staf juga sangat minim sehingga murid seringkali tak mendapat ilmu secara maksimal.

Kondisi ini sebetulnya dilaporkan di sekolah-sekolah yang berada di pinggiran kota. Umumnya, sekolah-sekolah ini bangunan tua, mayoritas telah didirikan sejak tahun 1950-an hingga 1970-an.

Sekolah-sekolah di Prancis dikelola oleh pemimpin daerah. Para pemimpin setempat mengaku butuh bantuan dari pemerintah pusat agar bisa melakukan renovasi.

"Sistem pendidikan publik berada dalam kondisi yang sangat buruk setelah 10 tahun pemerintahan Emmanuel Macron. Sistem ini kekurangan segalanya," kata Sophie Vénétitay, pemimpin serikat guru yang bergabung dalam demo siswa.

Sekitar 250.000 orang berpartisipasi dalam unjuk rasa yang meletus pada akhir September ini. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai dari siswa, guru, orang tua, mahasiwa, hingga aktivis.

Banyak orang tua dan aktivis yang turun ke jalan setelah aparat kepolisian menanggapi demo siswa dengan tindakan represif. Salah satu siswa dilaporkan kehilangan satu tangan imbas ledakan granat polisi. Siswa lain juga mengalami patah tulang rahang karena terhantam granat tepat di kepala.

Beberapa unjuk rasa di Prancis berujung kerusuhan hingga ratusan sekolah terpaksa ditutup dan beralih ke daring.

Protes besar-besaran ini terjadi di saat yang sangat sulit bagi Prancis, yang telah menjadi pusat gejolak di pasar keuangan Eropa.

Biaya pinjaman pemerintah telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena investor menjual obligasi pemerintah buntut khawatir tentang kemampuan Prancis mengurangi beban utangnya karena pengeluaran untuk kesejahteraan dan pensiun.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kondisi-sekolah-prancis-yang-picu-siswa-demo-atap-bocor-banyak-tikus-3c6e564b/.

Baca juga

Vape berisiko jadi medium narkotika, advokat ajukan uji materi

Jakarta (ANTARA) - Advokat Zico Leonard Djagardo Simanjuntak mengajukan pengujian materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengaturan rokok elektronik atau vape yang menurut Pemohon dapat menjadi medium penyalahgunaan…

Antara

Semua berita Lifestyle